DPRD Kalteng mendesak Pertamina menormalisasi pasokan BBM sesuai kuota di Palangka Raya setelah antrean SPBU memicu lonjakan harga Pertalite eceran hingga Rp18.000 per liter.
Polresta Palangka Raya menerjunkan 65 personel yang terdiri dari tim negosiator dan Dalmas awal untuk mengawal aksi demonstrasi krisis BBM di Kantor Pertamina Kalteng agar berjalan aman dan kondusif.
Di tengah desakan massa aksi yang meminta transparansi penyaluran BBM, Pertamina Kalteng menambah pasokan stok Pertalite sebesar 10 persen guna mengantisipasi kelangkaan dan antrean di SPBU.
Puluhan massa Aliansi Masyarakat Resah mendatangi kantor Pertamina Kalteng untuk memprotes kelangkaan BBM, antrean SPBU yang kian mengular, serta menuntut penertiban distribusi agar tepat sasaran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyebut antrean panjang terjadi karena warga datang bersamaan ke SPBU untuk mengisi BBM.
Antrean BBM Pertamax di sejumlah SPBU Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir akhirnya direspons cepat oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.