PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Puluhan massa Aliansi Masyarakat Resah mendatangi kantor Pertamina Kalteng untuk memprotes kelangkaan BBM, antrean SPBU yang kian mengular, serta menuntut penertiban distribusi agar tepat sasaran, Senin (14/9).
​Massa aksi meluapkan keresahannya terhadap kondisi antrean SPBU yang mengular.
​Salah satu massa aksi, Fiteli Waruwu, menyampaikan kekecewaannya karena permasalahan BBM di Kalteng seolah tak kunjung usai meski sudah berkali-kali disuarakan.
​”Kami bertanda tanya kenapa ini terjadi. Masa juga mengeluhkan antrean SPBU. Kami dulu sudah ada aksi, kenapa terjadi lagi,” tegas Fiteli Waruwu di sela-sela aksi.
​Berdasarkan seruan aksi yang disebarkan, massa berkumpul sejak pukul 14.00 WIB di titik kumpul TVRI Kalteng sebelum bergerak menuju kantor Pertamina Kalteng dengan mengenakan pakaian berwarna hitam atau atribut lembaga masing-masing.
​Aksi ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), hingga masyarakat umum yang merasa terbebani dengan situasi krisis BBM subsidi saat ini.
Mereka menuntut Pertamina dan pihak terkait segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan distribusi BBM agar tepat sasaran dan menstabilkan harga di pasaran. Pantauan di lapangan, puluhan massa masih menyampaikan aspirasinya. (jef)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Puluhan massa Aliansi Masyarakat Resah mendatangi kantor Pertamina Kalteng untuk memprotes kelangkaan BBM, antrean SPBU yang kian mengular, serta menuntut penertiban distribusi agar tepat sasaran, Senin (14/9).
​Massa aksi meluapkan keresahannya terhadap kondisi antrean SPBU yang mengular.
​Salah satu massa aksi, Fiteli Waruwu, menyampaikan kekecewaannya karena permasalahan BBM di Kalteng seolah tak kunjung usai meski sudah berkali-kali disuarakan.
​”Kami bertanda tanya kenapa ini terjadi. Masa juga mengeluhkan antrean SPBU. Kami dulu sudah ada aksi, kenapa terjadi lagi,” tegas Fiteli Waruwu di sela-sela aksi.
​Berdasarkan seruan aksi yang disebarkan, massa berkumpul sejak pukul 14.00 WIB di titik kumpul TVRI Kalteng sebelum bergerak menuju kantor Pertamina Kalteng dengan mengenakan pakaian berwarna hitam atau atribut lembaga masing-masing.
​Aksi ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), hingga masyarakat umum yang merasa terbebani dengan situasi krisis BBM subsidi saat ini.
Mereka menuntut Pertamina dan pihak terkait segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan distribusi BBM agar tepat sasaran dan menstabilkan harga di pasaran. Pantauan di lapangan, puluhan massa masih menyampaikan aspirasinya. (jef)