Ibu rumah tangga di Palangka Raya ikut turun jalan memprotes parahnya antrean BBM di SPBU dan melonjaknya harga bensin eceran yang makin membebani ekonomi warga.
Puluhan massa Aliansi Masyarakat Resah mendatangi kantor Pertamina Kalteng untuk memprotes kelangkaan BBM, antrean SPBU yang kian mengular, serta menuntut penertiban distribusi agar tepat sasaran.
Fenomena antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Palangka Raya mulai membawa dampak domino.
Petugas gabungan dari Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya beserta PT Pertamina (Persero), dan Satpol PP menemukan satu mobil yang menggunakan modifikasi tangki hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, di tengah antrean yang panjang di Jalan G.Obos. Pemilik dan mobil pun diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.
Kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi Barito Selatan (Barsel) membuat pemerintah daerah setempat terpaksa mengeluarkan kebijakan sementara yakni membatasi jumlah pembelian BBM di SPBU
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, mengakui, banjir yang merendam ruas Palangka Raya – Bukit Rawi telah menghambat suplai atau penyaluran BBM setidaknya ke tiga kabupaten, yakni Gunung Mas, Barito Selatan dan Kapuas
Antrean panjang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Buntok Kota, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), akibat terjadinya kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah tersebut.