28.4 C
Jakarta
Monday, July 22, 2024
spot_img

Cegah Kekosongan, Pembelian BBM di SPBU di Buntok Dibatasi

BUNTOK, PROKALTENG.CO – Kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi Barito Selatan (Barsel) akhirnya teratasi secara cepat dan tepat oleh pemerintah kabupaten setempat.

Kepala Dinas Perdanganan, Koperasi dan UMKM Swita Minarsih mengatakan, pihaknya sebelumnya melakukan pengawasan ke lapangan, bekerjasama dengan intel polisi dan kodim.

“Kami mendapati bahwa pasokan BBM kurang, di akibatkan banjir di Desa Penda Barania atau lebih dikenal dengan nama Bukit Rawi,” ucapnya kepada Prokalteng.co, Rabu (17/11).

Akibat banjir di daerah tersebut lanjut ia, mobil tangki untuk mengantarkan BBM ke barsel menjadi terhambat dan tidak bisa melewati daerah tersebut. “Saya langsung berinisiatif bersama tim untuk menghubungi perwakilan pertamina Kalsel untuk berkoordinasi malam tadi,” ucapnya.

Dari hasil koordinasi singkat melalui telepon, bahwa perwakilan pertamina kalsel dalam kebijakannya akan menyalurkan BBM dari Banjarmasin langsung menuju Barsel. Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat tidak perlu cemas dan resah. Karena persedian BBM di Kabupaten bertajuk Dahani Dahanai Tuntung Tulus itu telah terpenuhi dan cukup.

“Namun saya mengimbau dan melakukan pengawasan bersama tim yang berjaga di SPBU, untuk membeli BBM sewajarnya tidak melebihi kapasitas,”terangnya.

Dimana dalam pengawasan itu, masyarakat harus membeli dalam jumlah yang telah di tentukan, tergantung kendaraan yang di gunakan. “Sepeda motor kita jatahkan mengisi hanya Rp20 ribu, motor besar Rp35 ribu dan mobil hanya Rp200 ribu. Itu agar persediaan selalu cukup dan saya juga menyampaikan ini kepada pihak SPBU-nya,”ungkapnya.

Swita Minarsih melanjutkan, total pengiriman BBM untuk hari ini, sebanyak 50 KL. Untuk besok, 52 KL kembali menyusul untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat barsel.

“Karena banjir di Desa Penda Barania, sekarang BBM kita akan di suplai dari perawakilan pertamina banjarmasin, hingga banjir di Desa Penda Barania surut,”ungkapnya.

Lebih dalam kata kadis, meminta agar masyarakat tidak perlu cemas akan terjadinya kekosongan BBM. Kemudian, ia meminta jangan ada penimbunan BBM agar tidak terjadi hal serupa.

Baca Juga :  BBM di Buntok Langka, Antrean di SPBU Membludak, Eceran Kosong

“Nah, untuk harga masih sama karena memang tidak terjadi kelangkaan, namun hanya kekosongan stok. Untuk yang eceran, itu menyesuaikan dari penjual itu sendiri. Saya hanya meminta agar mari kita saling membantu dan jangan saling memberatkan saja,” pintanya.

Menurut pantauan Prokalteng.co, terkait kekosong BBM sempat dibahas saat rapat APBD tahun 2022 bersama pihak DPRD Barsel, Rabu (17/11).

Sejumlah anggota DPRD mengapresiasi langkah yang diambil tindakan cepat Disperindagkop Barsel dalam menangani permasalah tersebut saat pembahasan APBD 2022.






Reporter: Tigor

BUNTOK, PROKALTENG.CO – Kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi Barito Selatan (Barsel) akhirnya teratasi secara cepat dan tepat oleh pemerintah kabupaten setempat.

Kepala Dinas Perdanganan, Koperasi dan UMKM Swita Minarsih mengatakan, pihaknya sebelumnya melakukan pengawasan ke lapangan, bekerjasama dengan intel polisi dan kodim.

“Kami mendapati bahwa pasokan BBM kurang, di akibatkan banjir di Desa Penda Barania atau lebih dikenal dengan nama Bukit Rawi,” ucapnya kepada Prokalteng.co, Rabu (17/11).

Akibat banjir di daerah tersebut lanjut ia, mobil tangki untuk mengantarkan BBM ke barsel menjadi terhambat dan tidak bisa melewati daerah tersebut. “Saya langsung berinisiatif bersama tim untuk menghubungi perwakilan pertamina Kalsel untuk berkoordinasi malam tadi,” ucapnya.

Dari hasil koordinasi singkat melalui telepon, bahwa perwakilan pertamina kalsel dalam kebijakannya akan menyalurkan BBM dari Banjarmasin langsung menuju Barsel. Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat tidak perlu cemas dan resah. Karena persedian BBM di Kabupaten bertajuk Dahani Dahanai Tuntung Tulus itu telah terpenuhi dan cukup.

“Namun saya mengimbau dan melakukan pengawasan bersama tim yang berjaga di SPBU, untuk membeli BBM sewajarnya tidak melebihi kapasitas,”terangnya.

Dimana dalam pengawasan itu, masyarakat harus membeli dalam jumlah yang telah di tentukan, tergantung kendaraan yang di gunakan. “Sepeda motor kita jatahkan mengisi hanya Rp20 ribu, motor besar Rp35 ribu dan mobil hanya Rp200 ribu. Itu agar persediaan selalu cukup dan saya juga menyampaikan ini kepada pihak SPBU-nya,”ungkapnya.

Swita Minarsih melanjutkan, total pengiriman BBM untuk hari ini, sebanyak 50 KL. Untuk besok, 52 KL kembali menyusul untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat barsel.

“Karena banjir di Desa Penda Barania, sekarang BBM kita akan di suplai dari perawakilan pertamina banjarmasin, hingga banjir di Desa Penda Barania surut,”ungkapnya.

Lebih dalam kata kadis, meminta agar masyarakat tidak perlu cemas akan terjadinya kekosongan BBM. Kemudian, ia meminta jangan ada penimbunan BBM agar tidak terjadi hal serupa.

Baca Juga :  BBM di Buntok Langka, Antrean di SPBU Membludak, Eceran Kosong

“Nah, untuk harga masih sama karena memang tidak terjadi kelangkaan, namun hanya kekosongan stok. Untuk yang eceran, itu menyesuaikan dari penjual itu sendiri. Saya hanya meminta agar mari kita saling membantu dan jangan saling memberatkan saja,” pintanya.

Menurut pantauan Prokalteng.co, terkait kekosong BBM sempat dibahas saat rapat APBD tahun 2022 bersama pihak DPRD Barsel, Rabu (17/11).

Sejumlah anggota DPRD mengapresiasi langkah yang diambil tindakan cepat Disperindagkop Barsel dalam menangani permasalah tersebut saat pembahasan APBD 2022.






Reporter: Tigor
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru