PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat perekonomian daerah melalui pengembangan komoditas lokal, penguatan UMKM dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Kolaborasi antarinstansi menjadi penting dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini, terutama bagaimana kita bersama-sama mengembangkan komoditas lokal yang ada,” kata Fairid, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, pengembangan ekonomi daerah tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha dan berbagai pemangku kepentingan agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Ini salah satu inovasi yang kami dorong. Jadi tidak hanya berbicara lapangan pekerjaan, tetapi juga membantu komoditas lokal yang ada di Kota Palangka Raya agar berkembang dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Dia menjelaskan, salah satu upaya yang saat ini dikembangkan Pemerintah Kota Palangka Raya yakni pemanfaatan produk lokal sebagai bagian dari rantai ekonomi masyarakat, termasuk penggunaan buah-buahan lokal seperti buah naga untuk mendukung berbagai kebutuhan konsumsi.
“Tidak hanya berbicara buah atau bahan dasar saja, tetapi batik maupun kerajinan juga termasuk komoditas yang bisa dikembangkan,” tuturnya.
Fairid mengatakan, pengembangan ekonomi daerah tidak hanya berfokus pada sektor pangan atau hasil pertanian, tetapi juga berbagai produk kreatif dan unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Kami mencoba bagaimana membuat program itu satu siklus. Ada pembinaan masyarakat, akses permodalan seperti kredit usaha rakyat, sampai hilirisasi dan penjualannya. Harapannya tentu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pemko Palangka Raya disebut terus berupaya membangun sistem ekonomi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pembinaan masyarakat, akses pembiayaan usaha, penguatan produksi hingga pemasaran produk lokal.
“Permasalahan di setiap tahapan itu pasti ada. Karena itu diperlukan pendampingan, bagaimana pelaku usaha bisa menghasilkan produk yang baik, mendapatkan modal dan mampu memasarkan produknya,” katanya.
Di sisi lain, Fairid mengakui tantangan pengembangan ekonomi daerah masih cukup besar, terutama dalam meningkatkan kualitas produk pelaku usaha serta memperluas akses pasar agar mampu bersaing.
“Strateginya adalah sinergi dan kolaborasi. Zaman sekarang tidak bisa bekerja sendiri. Semua stakeholder harus bersama-sama membangun ekonomi daerah,” pungkasnya. (adr)


