32.9 C
Jakarta
Thursday, July 25, 2024
spot_img

Pertamina Akui Distribusi BBM ke Tiga Kabupaten Terhambat

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Banjir yang melanda ruas jalan trans kalimantan di Desa Penda Barania, Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, hingga kini belum menunjukkan tanda surut. Kondisi itu telah mengakibatkan terhentinya arus transportasi atau kendaraan, khususnya kendaraan roda 4 atau lebih.

Tidak hanya angkutan pribadi, terhentinya arus lalu lintas di ruas yang menghubungkan Kota Palangka Raya dengan Kabupaten Gunung Mas dan 4 kabupaten di wilayah Barito itu juga mengakibatkan angkutan logistik terhambat, termasuk angkutan bahan bakar minyak (BBM).

Akibatnya, sejak beberapa hari terakhir, beberapa daerah seperti Kabupaten Barito Selatan dan Gunung Mas mengalami kesulitan memperoleh BBM. Bahkan di Kabupaten Barito Selatan, sejak Minggu (14/11/2021), penjualan BBM di eceran telah mengalami kekosongan. Demikian pula di SPBU yang sempat tutup.

Area Manager Communication, Relations,& CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Susanto August Satria mengakui, banjir yang merendam ruas Palangka Raya – Bukit Rawi telah menghambat suplai atau penyaluran BBM setidaknya ke tiga kabupaten, yakni Gunung Mas, Barito Selatan dan Kapuas.

Untuk mengatasi kendala itu, sebut Satria, upaya yang dilakukan pihak Pertamina adalah dengan mengalihkan pengambilan suplai BBM yang sebelumnya dari Fuel Terminal (FT) Pulang Pisau, ke Integrated Terminal (IT) Banjarmasin.

“Konsekuensinya adalah waktu tempuh yang lebih lama ke SPBU di Barito Selatan dan sekitarnya. Oleh sebab itu, Pertamina telah berkoordinasi dengan Pemerintah setempat agar masyarakat Tidak Panic Buying” kata Satria kepada prokalteng.co, Rabu (17/11).

Pihaknya  juga mengimbau kepada masyarakat membeli BBM seperlunya dan secukupnya. Dia menegaskan, meski harus memakan waktu lebih lama dari biasanya, namun Pertamina tetap menjamin ketersedian stok BBM.

“Pertamina menjamin stok BBM tersedia, akan tetapi Jarak tempuh yang dicapai dari IT Banjarmasin ke SPBU di Barsel sekitar 400 Km, dibandingkan kalau suplai dari FT Pulang Pisau sejauh 120 Km saja,” bebernya.

Baca Juga :  Kanwil Kemenkumham Kalteng Sabet 3 Penghargaan Penilaian IKPA

Soal ketersediakan stok, Satria sebut pihaknya pada hari ini telah mengirimkan  BBM dari IT Banjarmasin ke SPBU di 3 Kabupaten yakni Kabupaten Barsel, Gunung Mas, dan Kabupaten Kapuas yakni produk Pertalite dan Pertamax.

“Produk Pertalite sebanyak  44 Kiloliter dan Pertamax 33 Kiloliter dikirimkan ke tiga kabupaten, yakni Kabupaten Barito Selatan, Gunung Mas, dan Kabupaten Kapuas. Insya Allah mencukupi stoknya termasuk untuk produk bio solar dan Dexlite stok cukup,” pungkasnya.






Reporter: M Hafidz

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Banjir yang melanda ruas jalan trans kalimantan di Desa Penda Barania, Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, hingga kini belum menunjukkan tanda surut. Kondisi itu telah mengakibatkan terhentinya arus transportasi atau kendaraan, khususnya kendaraan roda 4 atau lebih.

Tidak hanya angkutan pribadi, terhentinya arus lalu lintas di ruas yang menghubungkan Kota Palangka Raya dengan Kabupaten Gunung Mas dan 4 kabupaten di wilayah Barito itu juga mengakibatkan angkutan logistik terhambat, termasuk angkutan bahan bakar minyak (BBM).

Akibatnya, sejak beberapa hari terakhir, beberapa daerah seperti Kabupaten Barito Selatan dan Gunung Mas mengalami kesulitan memperoleh BBM. Bahkan di Kabupaten Barito Selatan, sejak Minggu (14/11/2021), penjualan BBM di eceran telah mengalami kekosongan. Demikian pula di SPBU yang sempat tutup.

Area Manager Communication, Relations,& CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Susanto August Satria mengakui, banjir yang merendam ruas Palangka Raya – Bukit Rawi telah menghambat suplai atau penyaluran BBM setidaknya ke tiga kabupaten, yakni Gunung Mas, Barito Selatan dan Kapuas.

Untuk mengatasi kendala itu, sebut Satria, upaya yang dilakukan pihak Pertamina adalah dengan mengalihkan pengambilan suplai BBM yang sebelumnya dari Fuel Terminal (FT) Pulang Pisau, ke Integrated Terminal (IT) Banjarmasin.

“Konsekuensinya adalah waktu tempuh yang lebih lama ke SPBU di Barito Selatan dan sekitarnya. Oleh sebab itu, Pertamina telah berkoordinasi dengan Pemerintah setempat agar masyarakat Tidak Panic Buying” kata Satria kepada prokalteng.co, Rabu (17/11).

Pihaknya  juga mengimbau kepada masyarakat membeli BBM seperlunya dan secukupnya. Dia menegaskan, meski harus memakan waktu lebih lama dari biasanya, namun Pertamina tetap menjamin ketersedian stok BBM.

“Pertamina menjamin stok BBM tersedia, akan tetapi Jarak tempuh yang dicapai dari IT Banjarmasin ke SPBU di Barsel sekitar 400 Km, dibandingkan kalau suplai dari FT Pulang Pisau sejauh 120 Km saja,” bebernya.

Baca Juga :  Kanwil Kemenkumham Kalteng Sabet 3 Penghargaan Penilaian IKPA

Soal ketersediakan stok, Satria sebut pihaknya pada hari ini telah mengirimkan  BBM dari IT Banjarmasin ke SPBU di 3 Kabupaten yakni Kabupaten Barsel, Gunung Mas, dan Kabupaten Kapuas yakni produk Pertalite dan Pertamax.

“Produk Pertalite sebanyak  44 Kiloliter dan Pertamax 33 Kiloliter dikirimkan ke tiga kabupaten, yakni Kabupaten Barito Selatan, Gunung Mas, dan Kabupaten Kapuas. Insya Allah mencukupi stoknya termasuk untuk produk bio solar dan Dexlite stok cukup,” pungkasnya.






Reporter: M Hafidz
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru