PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Upaya pemberantasan narkoba di kawasan Ponton, Kota Palangka Raya, mulai diperkuat. Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangka Raya dan Pemerintah Kota meninjau lokasi rencana pembangunan posko pemulihan, Rabu (1/4/2026).
Peninjauan ini menjadi langkah awal pembangunan posko pemulihan dan pengawasan di kawasan yang diindikasikan sebagai titik rawan peredaran narkoba. Pos terpadu anti narkoba tersebut diharapkan mampu menekan aktivitas transaksi sekaligus mempercepat proses pemulihan.
Ketua GDAN Kalimantan Tengah, Sadagori Henricho Binti atau Ririn menegaskan, langkah ini merupakan bukti kehadiran negara dalam memerangi narkoba di Ponton.
“Kami dari GDAN, BNN, dan instansi terkait ingin menunjukkan negara hadir dan menyatakan perang terhadap narkoba. Kawasan ini masih diindikasikan sebagai pasar narkoba. Karena itu, tidak hanya penindakan, tetapi juga dibangun pos terpadu,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pos tersebut nantinya dijaga aparat penegak hukum, instansi terkait, serta melibatkan masyarakat dan tokoh setempat.
“Tujuannya untuk menekan aktivitas jual beli narkoba. Kami optimistis, perlahan kondisi di sini bisa berubah dan stigma negatif kawasan ini akan hilang,” katanya.
Ririn menegaskan, tidak semua warga di Ponton terlibat dalam peredaran narkoba. Menurutnya, hanya segelintir oknum yang memanfaatkan situasi.
“Banyak masyarakat di sini menolak narkoba. Ini ulah oknum. Karena itu, kami tegaskan perang melawan narkoba,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Palangka Raya, I Wayan Korna menyampaikan pembangunan posko pemulihan masih dalam proses perencanaan.
“Pos pemulihan akan dibangun di zona merah sebagai langkah antisipasi jika masih ada aktivitas peredaran. Saat ini masih berproses,” ungkapnya.
Dia berharap posko tersebut tidak hanya menjadi tempat pemulihan, tetapi juga pusat pengawasan dan pencegahan narkoba di kawasan Ponton.
Sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat diharapkan membuat upaya pemberantasan narkoba di Kota Palangka Raya berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (jef)


