Sungai Tiung Cempaka Jadi Wilayah Kekeringan Terparah di Banjarbaru

PROKALTENG.CO-Dampak kemarau panjang memicu ketimpangan kondisi krisis air bersih antarwilayah di Kota Banjarbaru.
‎
‎Pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru menunjukkan Kecamatan Cempaka, khususnya Kelurahan Sungai Tiung, menjadi kawasan terdampak paling ekstrem.
‎
‎Di Sungai Tiung, sumber air warga mengering total tanpa adanya alternatif aliran pipa utama dari PDAM.
‎
‎Kondisi ini berbanding terbalik dengan Kecamatan Landasan Ulin yang relatif aman dari krisis air lantaran sebagian besar masyarakatnya sudah terjangkau suplai jaringan PDAM.
‎
‎”Kalau di Landasan Ulin masih terbantu karena ada suplai PDAM. Beda halnya dengan kecamatan lain yang memang belum tersentuh jaringan PDAM sama sekali,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru Zaini Syahranie, Selasa (29/9).
‎
‎Lantaran kondisi tersebut, BPBD memfokuskan pengerahan armada truk tangki ke wilayah-wilayah yang belum terlayani jaringan pipa PDAM.
‎
‎Hingga saat ini, total pasokan air bersih yang telah disalurkan BPBD ke berbagai penjuru kecamatan menembus angka sekitar 70 ribu liter.
‎
‎Operasi pendistribusian air harian terus digenjot untuk merespons permohonan dari sedikitnya 54 titik permukiman warga yang digerakkan oleh para Ketua RT setempat.
‎
‎Penyaluran air bersih ini bahkan dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby.
‎
‎”Setiap hari kami terus melakukan distribusi air bersih, termasuk hari ini mendampingi Ibu Wali Kota di Jalan Kuranji. Khusus di wilayah Kuranji saja, kami mengerahkan 5 unit truk tangki untuk menyuplai seluruh kebutuhan harian warga,” lanjut Zaini.
‎
‎Selain masalah keterjangkauan PDAM, BPBD juga menyoroti kendala teknis keterbatasan tandon air berkapasitas besar di pemukiman warga.
‎
‎Untuk mengatasi masalah tersebut, BPBD berencana memfasilitasi penyediaan tandon penampungan dalam beberapa minggu ke depan guna mempermudah proses distribusi air darurat.

Baca Juga :  Lagi Tunggu Tamu, 3 PSK di Banjarbaru “Diangkut” Satpol PP

PROKALTENG.CO-Dampak kemarau panjang memicu ketimpangan kondisi krisis air bersih antarwilayah di Kota Banjarbaru.
‎
‎Pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru menunjukkan Kecamatan Cempaka, khususnya Kelurahan Sungai Tiung, menjadi kawasan terdampak paling ekstrem.
‎
‎Di Sungai Tiung, sumber air warga mengering total tanpa adanya alternatif aliran pipa utama dari PDAM.
‎
‎Kondisi ini berbanding terbalik dengan Kecamatan Landasan Ulin yang relatif aman dari krisis air lantaran sebagian besar masyarakatnya sudah terjangkau suplai jaringan PDAM.
‎
‎”Kalau di Landasan Ulin masih terbantu karena ada suplai PDAM. Beda halnya dengan kecamatan lain yang memang belum tersentuh jaringan PDAM sama sekali,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru Zaini Syahranie, Selasa (29/9).
‎
‎Lantaran kondisi tersebut, BPBD memfokuskan pengerahan armada truk tangki ke wilayah-wilayah yang belum terlayani jaringan pipa PDAM.
‎
‎Hingga saat ini, total pasokan air bersih yang telah disalurkan BPBD ke berbagai penjuru kecamatan menembus angka sekitar 70 ribu liter.
‎
‎Operasi pendistribusian air harian terus digenjot untuk merespons permohonan dari sedikitnya 54 titik permukiman warga yang digerakkan oleh para Ketua RT setempat.
‎
‎Penyaluran air bersih ini bahkan dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby.
‎
‎”Setiap hari kami terus melakukan distribusi air bersih, termasuk hari ini mendampingi Ibu Wali Kota di Jalan Kuranji. Khusus di wilayah Kuranji saja, kami mengerahkan 5 unit truk tangki untuk menyuplai seluruh kebutuhan harian warga,” lanjut Zaini.
‎
‎Selain masalah keterjangkauan PDAM, BPBD juga menyoroti kendala teknis keterbatasan tandon air berkapasitas besar di pemukiman warga.
‎
‎Untuk mengatasi masalah tersebut, BPBD berencana memfasilitasi penyediaan tandon penampungan dalam beberapa minggu ke depan guna mempermudah proses distribusi air darurat.

Baca Juga :  Lagi Tunggu Tamu, 3 PSK di Banjarbaru “Diangkut” Satpol PP

Terpopuler

Artikel Terbaru