Korsleting Listrik dan Kelalaian Jadi Penyebab Kebakaran Pemukiman di Palangka Raya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran permukiman di Kota Palangka Raya masih kerap terjadi. Dari sejumlah kejadian yang ditangani petugas, korsleting listrik menjadi salah satu penyebab yang sering ditemukan, selain kelalaian manusia.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, Alfrianto, mengatakan risiko kebakaran akibat listrik dapat meningkat ketika penambahan daya listrik tidak diikuti dengan pembaruan instalasi kelistrikan.

“Penyebab kebakaran khususnya permukiman di Kota Palangka Raya ada beberapa. Yang sering terjadi adalah akibat korsleting atau listrik,” kata Alfrianto pada Selasa (29/9/2026).

Menurutnya. Peningkatan penggunaan listrik di rumah, seperti penambahan AC maupun peralatan elektronik lainnya, perlu disertai dengan penyesuaian sarana dan prasarana kelistrikan, termasuk kondisi kabel.

Baca Juga :  Pemko Palangka Raya Raih Prestasi BKN Award 2021

“Kalau ditambah daya, AC atau kelistrikan lain harus diikuti pembaharuan kabelnya,” ujarnya.

Alfrianto menyebut, usia kabel juga perlu menjadi perhatian masyarakat. Instalasi perkabelan yang telah lama digunakan dinilai memiliki risiko apabila tidak dilakukan pemeriksaan maupun pembaruan.

“Kurang lebih 60 persen kebakaran dipastikan oleh korsleting. Karena perkabelan maksimal 10 tahun harus direhab. Kalau 20 tahun tidak direhab, itu yang berbahaya,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing

Selain faktor kelistrikan, kelalaian manusia juga menjadi salah satu penyebab kebakaran yang kerap terjadi di permukiman. Hal sederhana seperti lupa mematikan kompor dapat memicu kebakaran apabila tidak segera disadari.

“Kelalaian manusianya. Contoh lupa matikan kompor dan lain-lain,” pungkas Alfrianto.

Karena itu, masyarakat diimbau lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah serta memastikan peralatan yang berpotensi menjadi sumber api telah dimatikan setelah digunakan. (jef)

Baca Juga :  Bengkel Las di Lamandau Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran permukiman di Kota Palangka Raya masih kerap terjadi. Dari sejumlah kejadian yang ditangani petugas, korsleting listrik menjadi salah satu penyebab yang sering ditemukan, selain kelalaian manusia.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, Alfrianto, mengatakan risiko kebakaran akibat listrik dapat meningkat ketika penambahan daya listrik tidak diikuti dengan pembaruan instalasi kelistrikan.

“Penyebab kebakaran khususnya permukiman di Kota Palangka Raya ada beberapa. Yang sering terjadi adalah akibat korsleting atau listrik,” kata Alfrianto pada Selasa (29/9/2026).

Electronic money exchangers listing

Menurutnya. Peningkatan penggunaan listrik di rumah, seperti penambahan AC maupun peralatan elektronik lainnya, perlu disertai dengan penyesuaian sarana dan prasarana kelistrikan, termasuk kondisi kabel.

Baca Juga :  Pemko Palangka Raya Raih Prestasi BKN Award 2021

“Kalau ditambah daya, AC atau kelistrikan lain harus diikuti pembaharuan kabelnya,” ujarnya.

Alfrianto menyebut, usia kabel juga perlu menjadi perhatian masyarakat. Instalasi perkabelan yang telah lama digunakan dinilai memiliki risiko apabila tidak dilakukan pemeriksaan maupun pembaruan.

“Kurang lebih 60 persen kebakaran dipastikan oleh korsleting. Karena perkabelan maksimal 10 tahun harus direhab. Kalau 20 tahun tidak direhab, itu yang berbahaya,” jelasnya.

Selain faktor kelistrikan, kelalaian manusia juga menjadi salah satu penyebab kebakaran yang kerap terjadi di permukiman. Hal sederhana seperti lupa mematikan kompor dapat memicu kebakaran apabila tidak segera disadari.

“Kelalaian manusianya. Contoh lupa matikan kompor dan lain-lain,” pungkas Alfrianto.

Karena itu, masyarakat diimbau lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah serta memastikan peralatan yang berpotensi menjadi sumber api telah dimatikan setelah digunakan. (jef)

Baca Juga :  Bengkel Las di Lamandau Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

Terpopuler

Artikel Terbaru