Cafe Amber Island Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebabnya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran yang menghanguskan Café Amber Island di Jalan Kerinci Nomor 224B, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Jumat (2/10/2026) dini hari, mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp5,5 miliar. Berdasarkan hasil investigasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya, kebakaran diduga dipicu instalasi listrik pada bangunan utama.

Besarnya kerugian tersebut terungkap dalam laporan hasil investigasi DPKP Kota Palangka Raya yang dilakukan pada hari yang sama dengan kejadian.

“Dari hasil pemeriksaan lokasi, wawancara saksi dan evaluasi bukti yang tersedia, tim investigasi menduga kebakaran dipicu instalasi listrik pada bangunan utama,” ungkap Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Alfrianto.

Alfrianto mengatakan, instalasi listrik menggunakan kombinasi kabel serabut dan kabel tembaga yang pemasangannya dinilai tidak sesuai standar. Selain itu, ditemukan penggunaan kabel di bawah ukuran yang tidak mampu menahan beban arus, penggunaan beban berlebih serta pemasangan yang tidak rapi dan tidak menggunakan T-dus.

Kondisi tersebut diduga menyebabkan panas berlebih atau overheating hingga menimbulkan percikan api.

“Temuan investigasi juga menunjukkan bagian yang mengalami kerusakan paling parah berada di ruang VVIP. Ruangan tersebut dilengkapi pendingin udara dan sejumlah perangkat elektronik yang dalam kondisi aktif ketika kejadian berlangsung,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tak Menduga Air Masuk, Kelotok Tenggelam di Sungai Mentaya

Sebelum api terlihat, Alfrianto mengatakan sejumlah tamu sempat merasakan bau asap dari dalam ruangan. Bau tersebut sempat diabaikan karena saat itu kondisi Kota Palangka Raya sedang dilanda kabut asap dan diduga berasal dari luar bangunan.

Electronic money exchangers listing

“Namun sekitar 10 menit kemudian, asap semakin tebal dan disertai percikan api yang diduga muncul dari instalasi AC di ruang VVIP. Api kemudian membesar dan dengan cepat melalap bangunan,” tuturnya.

Berdasarkan pemeriksaan, gedung utama Café Amber Island memiliki luas sekitar 1.000 meter persegi. Café tersebut memiliki 20 karyawan yang bekerja dalam tiga shift dan baru beroperasi sekitar tiga bulan setelah menjalani renovasi.

“Tim investigasi juga menemukan sejumlah kondisi yang berpotensi mempercepat perkembangan api. Di antaranya keberadaan bahan makanan, kardus dan kemasan plastik yang mudah terbakar,” ucapnya.

Ventilasi udara di sekitar area gudang juga dinilai kurang memadai karena banyaknya barang serta posisi bangunan yang berdempetan dengan bangunan dan pagar pembatas di sekitarnya. Selain itu, faktor musim kemarau dan angin kencang disebut turut berkontribusi terhadap cepatnya penyebaran api.

“Yang menjadi perhatian, bangunan tersebut juga tidak memiliki alat proteksi kebakaran seperti APAR maupun sensor panas. Dari sisi kerusakan, kebakaran menyebabkan bangunan, perabot kantor, empat mesin troli bahan makanan dan logistik serta instalasi listrik mengalami kerusakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dugaan Politik Uang Masuk Tahap Pembuktian pada Sidang Sengketa Pilkada Barito Utara

Laporan investigasi mencatat estimasi kerugian sementara mencapai Rp500 juta. Meski kebakaran mengakibatkan kerusakan besar, tidak terdapat korban meninggal dunia maupun korban luka berat. Satu orang anggota pemadam kebakaran dilaporkan mengalami luka ringan.

“Kami merekomendasikan pemilik bangunan melakukan peremajaan instalasi listrik melalui instalatir bersertifikat, menggunakan kabel berstandar SNI serta membagi arus menggunakan MCB sesuai beban,” katanya.

Pemilik usaha juga diminta tidak menumpuk penggunaan stop kontak dan melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara rutin, terutama karena Café Amber Island beroperasi selama 24 jam.

DPKP turut merekomendasikan penyediaan minimal dua unit APAR, yakni jenis CO2 untuk penanganan risiko listrik dan powder untuk area dapur.

Karyawan juga disarankan mendapatkan pelatihan penanggulangan awal kebakaran agar dapat melakukan tindakan cepat apabila muncul tanda-tanda kebakaran.

Alfrianto juga mengingatkan pemilik usaha agar segera memanggil instalatir apabila menemukan tanda bahaya seperti lampu berkedip, bau kabel terbakar atau MCB yang sering turun. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran yang menghanguskan Café Amber Island di Jalan Kerinci Nomor 224B, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Jumat (2/10/2026) dini hari, mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp5,5 miliar. Berdasarkan hasil investigasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya, kebakaran diduga dipicu instalasi listrik pada bangunan utama.

Besarnya kerugian tersebut terungkap dalam laporan hasil investigasi DPKP Kota Palangka Raya yang dilakukan pada hari yang sama dengan kejadian.

“Dari hasil pemeriksaan lokasi, wawancara saksi dan evaluasi bukti yang tersedia, tim investigasi menduga kebakaran dipicu instalasi listrik pada bangunan utama,” ungkap Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Alfrianto.

Electronic money exchangers listing

Alfrianto mengatakan, instalasi listrik menggunakan kombinasi kabel serabut dan kabel tembaga yang pemasangannya dinilai tidak sesuai standar. Selain itu, ditemukan penggunaan kabel di bawah ukuran yang tidak mampu menahan beban arus, penggunaan beban berlebih serta pemasangan yang tidak rapi dan tidak menggunakan T-dus.

Kondisi tersebut diduga menyebabkan panas berlebih atau overheating hingga menimbulkan percikan api.

“Temuan investigasi juga menunjukkan bagian yang mengalami kerusakan paling parah berada di ruang VVIP. Ruangan tersebut dilengkapi pendingin udara dan sejumlah perangkat elektronik yang dalam kondisi aktif ketika kejadian berlangsung,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tak Menduga Air Masuk, Kelotok Tenggelam di Sungai Mentaya

Sebelum api terlihat, Alfrianto mengatakan sejumlah tamu sempat merasakan bau asap dari dalam ruangan. Bau tersebut sempat diabaikan karena saat itu kondisi Kota Palangka Raya sedang dilanda kabut asap dan diduga berasal dari luar bangunan.

“Namun sekitar 10 menit kemudian, asap semakin tebal dan disertai percikan api yang diduga muncul dari instalasi AC di ruang VVIP. Api kemudian membesar dan dengan cepat melalap bangunan,” tuturnya.

Berdasarkan pemeriksaan, gedung utama Café Amber Island memiliki luas sekitar 1.000 meter persegi. Café tersebut memiliki 20 karyawan yang bekerja dalam tiga shift dan baru beroperasi sekitar tiga bulan setelah menjalani renovasi.

“Tim investigasi juga menemukan sejumlah kondisi yang berpotensi mempercepat perkembangan api. Di antaranya keberadaan bahan makanan, kardus dan kemasan plastik yang mudah terbakar,” ucapnya.

Ventilasi udara di sekitar area gudang juga dinilai kurang memadai karena banyaknya barang serta posisi bangunan yang berdempetan dengan bangunan dan pagar pembatas di sekitarnya. Selain itu, faktor musim kemarau dan angin kencang disebut turut berkontribusi terhadap cepatnya penyebaran api.

“Yang menjadi perhatian, bangunan tersebut juga tidak memiliki alat proteksi kebakaran seperti APAR maupun sensor panas. Dari sisi kerusakan, kebakaran menyebabkan bangunan, perabot kantor, empat mesin troli bahan makanan dan logistik serta instalasi listrik mengalami kerusakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dugaan Politik Uang Masuk Tahap Pembuktian pada Sidang Sengketa Pilkada Barito Utara

Laporan investigasi mencatat estimasi kerugian sementara mencapai Rp500 juta. Meski kebakaran mengakibatkan kerusakan besar, tidak terdapat korban meninggal dunia maupun korban luka berat. Satu orang anggota pemadam kebakaran dilaporkan mengalami luka ringan.

“Kami merekomendasikan pemilik bangunan melakukan peremajaan instalasi listrik melalui instalatir bersertifikat, menggunakan kabel berstandar SNI serta membagi arus menggunakan MCB sesuai beban,” katanya.

Pemilik usaha juga diminta tidak menumpuk penggunaan stop kontak dan melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara rutin, terutama karena Café Amber Island beroperasi selama 24 jam.

DPKP turut merekomendasikan penyediaan minimal dua unit APAR, yakni jenis CO2 untuk penanganan risiko listrik dan powder untuk area dapur.

Karyawan juga disarankan mendapatkan pelatihan penanggulangan awal kebakaran agar dapat melakukan tindakan cepat apabila muncul tanda-tanda kebakaran.

Alfrianto juga mengingatkan pemilik usaha agar segera memanggil instalatir apabila menemukan tanda bahaya seperti lampu berkedip, bau kabel terbakar atau MCB yang sering turun. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru