PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, mendorong pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap dampak kabut asap yang melanda Kota Palangka Raya, termasuk melalui dukungan bantuan untuk penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu disampaikannya menanggapi informasi bahwa Palangka Raya hingga kini belum menerima bantuan anggaran dari pemerintah pusat untuk penanganan dampak karhutla, meski pemerintah daerah telah mengajukan permohonan bantuan.
Menurut Hatir, DPRD siap mendukung langkah pemerintah kota dalam memperjuangkan bantuan tersebut agar dapat segera direalisasikan.
“Nah, jadi memang dalam kehidupan administrasi negara ini kan sebenarnya pemerintah lebih paham lah ya. Tapi kita anggota DPRD siap mendorong lah, karena secara politik kan kita punya hubungan juga ke pusat masing-masing partai di dewan ini,” ujarnya, Jumat (2/9/2026).
Hatir mengatakan, komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat perlu terus diperkuat agar berbagai kebutuhan penanganan karhutla dan dampaknya dapat memperoleh dukungan yang memadai.
“Kalau misalnya memang terlambat, tapi masih bisa kan, tidak masalah sebenarnya. Artinya dampak dari asap ini kan bukan dampaknya satu dua hari ini, dampaknya panjang,” katanya.
Dia menilai bantuan dari pemerintah pusat masih sangat relevan meski bencana kabut asap telah berlangsung selama beberapa waktu. Pasalnya, dampak yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan saat kebakaran terjadi, tetapi juga memengaruhi berbagai sektor dalam jangka panjang.
Hatir menyebut sektor pertanian menjadi salah satu yang terdampak akibat kabut asap berkepanjangan. Menurutnya, banyak petani di sekitar Kota Palangka Raya mengalami kerugian karena tanaman yang dibudidayakan tidak tumbuh optimal.
“Petani sekarang di sekitar Kota Palangka Raya kan gagal semua. Yang nanam sayur, nanam gagal karena enggak ada penyinaran matahari,” ungkapnya.
Selain itu, gangguan terhadap transportasi udara juga dinilai telah memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat maupun dunia usaha di Kalteng.
“Bayangkan saja penerbangan sampai tutup. Secara ekonomi juga kita dirugikan. Banyak sekali dampak-dampak itu,” tegasnya.
Hatir juga menyoroti dampak yang dirasakan sektor pendidikan dan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara selama musim kabut asap. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa bencana karhutla telah memengaruhi hampir seluruh aktivitas masyarakat.
Karena itu, dia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih kepada daerah terdampak, termasuk Kota Palangka Raya yang selama beberapa pekan terakhir menghadapi kabut asap dengan intensitas tinggi.
“Nah kalau kita memang melihat ini, ya perlulah perhatian pemerintah pusat. Karena pincang kotanya ini. Penerbangan-penerbangan yang kita alami ini kan ketunda-tunda, harus balik ke Balikpapan, harus balik ke Banjarmasin. Ini kan sudah menimbulkan dampak ekonomi yang luar biasa,” pungkasnya. (adr)


