8 Oknum TNI dan Polri di Surabaya Terjaring Razia THM, Ada yang Kabur

PROKALTENG.CO-Dentuman musik berhenti, puluhan personel gabungan TNI, Polri, imigrasi, hingga Satpol PP langusng merangsek masuk. Personel melakukan pemeriksaan pada identitas pengunjung tempat hiburan malam atau Rumah Hiburan Umum (RHU) di Surabaya, Sabtu (4/10/2026) malam. Hasilnya, satu oknum anggota TNI AL dan tujuh oknum anggota Polri terjaring razia gabungan ini.

Kegiatan operasi ini dilaksanakan Kodaeral V THM wilayah Surabaya. Dalam kegiatan ini, juga melibatkan Pom AD, Pom AU, Propam Polrestabes Surabaya, Satpol PP, BNNK Surabaya, imigrasi, Bea Cukai, dan Dispen. Kegiatan operasi ini dilaksanakan di 10 titik RHU di Surabaya.

Danpom Kodaeral V Kolonel Laut (PM) Thomas Alexander mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan secara rutin melibatkan seluruh instansi baik TNI AL, AD, AU, Polri hingga Satpol PP.

“Kegiatan ini rutin kami laksanakan sebagai tindak lanjut arahan Panglima TNI untuk menertibkan oknum-oknum anggota TNI yang seharusnya dilarang di tempat-tempat hiburan malam,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jaga Kondusifitas Kota Palangka Raya, Polisi-TNI Masih Gencar Patroli Malam

Kegiatan dilaksanakan di 10 lokasi tempat hiburan malam yaitu, Gentelemen’s Spa, Golden Dragon spa, KTV Suka – Suka, Shamrock Kitchen & Bar, Mantis Bar & Lounge, Galaxy Poll & Karaoke, Blue fish Club & KTV, Roots Cafe & Bar, Black Owl, dan Camden Bar. Dalam kegiatan ini seluruh pengunjung diminta menunjukkan kartu identitas atau Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Kegiatan yang melibatkan 78 personel gabungan ini diawali di Gentelemen’s Spa. Kemudian dilanjutkan di Golden Dragon Spa. Petugas langsung masuk ke lokasi spa. Salah satu pintu kamar sempat tidak dibukakan oleh tamu hingga akhirnya berhasil dan diminta menunjukkan kartu identitas. Kemudian petugas melanjutkan dengan menuju ke KTV suka-suka dan Shamrock Kitchen & Bar.

Setelah itu, dilanjutkan ke lokasi lain. Saat berada di Roots Cafe & Bar, petugas sempat dikejutkan dua orang pengunjung pria yang tiba-tiba keluar. Mereka langsung menerobos personel gabungan yang hendak masuk.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Bus Sekolah dan Truk CPO Adu Banteng, 39 Orang Terluka

Pria tersebut langsung dihentikan dan diminta untuk menunjukkan KTP. Pria ini sempat berkelit hanya pengunjung biasa. Bahkan, sempat mengelabui petugas dengan menelepon dan keluar dari kafe. Setelah diperiksa, ternyata seorang anggota Polri aktif berminat di Pasuruan.

“Jika ditemukan kami tindak. Kami tindak ini dengan kami serahkan ke ankum atau yang berhak menghukum. Jika TNI AL kami serahkan ke Pom AL, jika TNI AD kami serahkan Pom AD, jika TNI AU maka kami serahkan ke Pom AU begitu juga dengan Polri kami serahkan ke Propam. Pelanggar umum ada Satpol PP, BNN, dan imigrasi,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, juga melibatkan BNN dan Imigrasi. Ini dilakukan jika ditemukan adanya penyalahgunaan narkoba maka langsung ditangani BNN. Begitu pula, jika menemukan warga negara asing (WNA) yang melanggar akan diserahkan ke imigrasi.(gun/jpg)

PROKALTENG.CO-Dentuman musik berhenti, puluhan personel gabungan TNI, Polri, imigrasi, hingga Satpol PP langusng merangsek masuk. Personel melakukan pemeriksaan pada identitas pengunjung tempat hiburan malam atau Rumah Hiburan Umum (RHU) di Surabaya, Sabtu (4/10/2026) malam. Hasilnya, satu oknum anggota TNI AL dan tujuh oknum anggota Polri terjaring razia gabungan ini.

Kegiatan operasi ini dilaksanakan Kodaeral V THM wilayah Surabaya. Dalam kegiatan ini, juga melibatkan Pom AD, Pom AU, Propam Polrestabes Surabaya, Satpol PP, BNNK Surabaya, imigrasi, Bea Cukai, dan Dispen. Kegiatan operasi ini dilaksanakan di 10 titik RHU di Surabaya.

Danpom Kodaeral V Kolonel Laut (PM) Thomas Alexander mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan secara rutin melibatkan seluruh instansi baik TNI AL, AD, AU, Polri hingga Satpol PP.

Electronic money exchangers listing

“Kegiatan ini rutin kami laksanakan sebagai tindak lanjut arahan Panglima TNI untuk menertibkan oknum-oknum anggota TNI yang seharusnya dilarang di tempat-tempat hiburan malam,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jaga Kondusifitas Kota Palangka Raya, Polisi-TNI Masih Gencar Patroli Malam

Kegiatan dilaksanakan di 10 lokasi tempat hiburan malam yaitu, Gentelemen’s Spa, Golden Dragon spa, KTV Suka – Suka, Shamrock Kitchen & Bar, Mantis Bar & Lounge, Galaxy Poll & Karaoke, Blue fish Club & KTV, Roots Cafe & Bar, Black Owl, dan Camden Bar. Dalam kegiatan ini seluruh pengunjung diminta menunjukkan kartu identitas atau Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Kegiatan yang melibatkan 78 personel gabungan ini diawali di Gentelemen’s Spa. Kemudian dilanjutkan di Golden Dragon Spa. Petugas langsung masuk ke lokasi spa. Salah satu pintu kamar sempat tidak dibukakan oleh tamu hingga akhirnya berhasil dan diminta menunjukkan kartu identitas. Kemudian petugas melanjutkan dengan menuju ke KTV suka-suka dan Shamrock Kitchen & Bar.

Setelah itu, dilanjutkan ke lokasi lain. Saat berada di Roots Cafe & Bar, petugas sempat dikejutkan dua orang pengunjung pria yang tiba-tiba keluar. Mereka langsung menerobos personel gabungan yang hendak masuk.

Baca Juga :  Bus Sekolah dan Truk CPO Adu Banteng, 39 Orang Terluka

Pria tersebut langsung dihentikan dan diminta untuk menunjukkan KTP. Pria ini sempat berkelit hanya pengunjung biasa. Bahkan, sempat mengelabui petugas dengan menelepon dan keluar dari kafe. Setelah diperiksa, ternyata seorang anggota Polri aktif berminat di Pasuruan.

“Jika ditemukan kami tindak. Kami tindak ini dengan kami serahkan ke ankum atau yang berhak menghukum. Jika TNI AL kami serahkan ke Pom AL, jika TNI AD kami serahkan Pom AD, jika TNI AU maka kami serahkan ke Pom AU begitu juga dengan Polri kami serahkan ke Propam. Pelanggar umum ada Satpol PP, BNN, dan imigrasi,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, juga melibatkan BNN dan Imigrasi. Ini dilakukan jika ditemukan adanya penyalahgunaan narkoba maka langsung ditangani BNN. Begitu pula, jika menemukan warga negara asing (WNA) yang melanggar akan diserahkan ke imigrasi.(gun/jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru