NANGA BULIK, PROKALTENG.CO -Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Kabupaten Lamandau dalam beberapa bulan terakhir hingga September 2026. Luas area lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai ratusan hektar dan tersebar di sejumlah titik.
Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau bersama unsur TNI dan Polri terus bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Upaya pemadaman dan pendinginan lahan terbakar intensif dilakukan hingga Selasa (8/9/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, menuturkan bahwa personel gabungan tak kenal lelah mengendalikan pergerakan api agar tidak makin meluas ke pemukiman maupun lahan produktif warga.
“Tercatat data sekarang 173,05 hektar dari 86 kejadian dengan total hotspot 4.346,” ujar Hendikel saat memberikan keterangan resmi kepada awak media pada Rabu (9/9/2026).
Hendikel menambahkan, sebagian besar area lahan yang terbakar merupakan lahan kering dan semak belukar, yang rentan terpicu cuaca panas serta angin kencang.
“Kondisi medan yang cukup sulit juga sempat menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan,” jelas Hendikel.
Hendikel berharap. Seluruh lapisan masyarakat dapat turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan baru. Kerja sama masyarakat sangat dibutuhkan dengan tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“Kami terus mengimbau warga untuk segera melaporkan ke pihak berwajib atau posko BPBD terdekat apabila menemukan titik asap maupun api sekecil apa pun di sekitar wilayah permukiman mereka. Pengawasan bersama diharapkan mampu menekan angka kejadian karhutla di Kabupaten Lamandau,” tandasnya. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO -Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Kabupaten Lamandau dalam beberapa bulan terakhir hingga September 2026. Luas area lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai ratusan hektar dan tersebar di sejumlah titik.
Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau bersama unsur TNI dan Polri terus bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Upaya pemadaman dan pendinginan lahan terbakar intensif dilakukan hingga Selasa (8/9/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, menuturkan bahwa personel gabungan tak kenal lelah mengendalikan pergerakan api agar tidak makin meluas ke pemukiman maupun lahan produktif warga.
“Tercatat data sekarang 173,05 hektar dari 86 kejadian dengan total hotspot 4.346,” ujar Hendikel saat memberikan keterangan resmi kepada awak media pada Rabu (9/9/2026).
Hendikel menambahkan, sebagian besar area lahan yang terbakar merupakan lahan kering dan semak belukar, yang rentan terpicu cuaca panas serta angin kencang.
“Kondisi medan yang cukup sulit juga sempat menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan,” jelas Hendikel.
Hendikel berharap. Seluruh lapisan masyarakat dapat turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan baru. Kerja sama masyarakat sangat dibutuhkan dengan tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“Kami terus mengimbau warga untuk segera melaporkan ke pihak berwajib atau posko BPBD terdekat apabila menemukan titik asap maupun api sekecil apa pun di sekitar wilayah permukiman mereka. Pengawasan bersama diharapkan mampu menekan angka kejadian karhutla di Kabupaten Lamandau,” tandasnya. (bib)