Akibatnya, nilai tambah yang diperoleh daerah relatif terbatas.
Hilirisasi sawit dapat menjadi pilihan strategis. Pengembangan industri biodiesel, oleokimia, dan produk turunan lainnya mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperbesar penerimaan daerah.
Demikian pula hilirisasi sektor pertambangan yang dapat menghasilkan nilai tambah lebih tinggi dibandingkan hanya menjual bahan baku.
Selain hilirisasi, penguatan UMKM dan ekonomi digital juga perlu menjadi perhatian.
Laporan Bank Indonesia menunjukkan bahwa kredit UMKM di Kalteng masih mengalami kontraksi.
Kondisi ini perlu segera direspons melalui perluasan akses pembiayaan, peningkatan literasi keuangan, dan pemanfaatan teknologi digital agar pelaku usaha kecil mampu naik kelas.
Ke depan, pembangunan ekonomi Kalteng harus diarahkan pada tiga agenda utama.
Pertama, pengendalian karhutla sebagaiupaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan aktivitas ekonomi.
Kedua, percepatan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam lokal.
Ketiga, penguatan kualitas sumber daya manusia agar mampu mengisi peluang kerja yang tercipta dari transformasi ekonomi daerah.
Akibatnya, nilai tambah yang diperoleh daerah relatif terbatas.
Hilirisasi sawit dapat menjadi pilihan strategis. Pengembangan industri biodiesel, oleokimia, dan produk turunan lainnya mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperbesar penerimaan daerah.
Demikian pula hilirisasi sektor pertambangan yang dapat menghasilkan nilai tambah lebih tinggi dibandingkan hanya menjual bahan baku.
Selain hilirisasi, penguatan UMKM dan ekonomi digital juga perlu menjadi perhatian.
Laporan Bank Indonesia menunjukkan bahwa kredit UMKM di Kalteng masih mengalami kontraksi.
Kondisi ini perlu segera direspons melalui perluasan akses pembiayaan, peningkatan literasi keuangan, dan pemanfaatan teknologi digital agar pelaku usaha kecil mampu naik kelas.
Ke depan, pembangunan ekonomi Kalteng harus diarahkan pada tiga agenda utama.
Pertama, pengendalian karhutla sebagaiupaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan aktivitas ekonomi.
Kedua, percepatan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam lokal.
Ketiga, penguatan kualitas sumber daya manusia agar mampu mengisi peluang kerja yang tercipta dari transformasi ekonomi daerah.