Di Tengah Asap dan Perlambatan, Ekonomi Kalteng Perlu Mesin Pertumbuhan Baru

Pertumbuhan ekonomi sebesar 3,53 persen memang masih menunjukkan arah yang positif.

Namun angka tersebut juga memberikan pesan bahwa Kalteng tidak bisa terusmengandalkan pola pembangunan lama.

Saatnya daerah ini bergerak dari ekonomi berbasis komoditas menuju ekonomiberbasis nilai tambah, inovasi, dan keberlanjutan.

Dengan langkah tersebut, Kalteng tidak hanya menjadi penghasil sumber daya alam, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tangguh dan berdaya saing.

*)Penulis adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya (FEB UPR)

 

 

Baca Juga :  Gen Z Bisa Kantongi Keuntungan Rp 200 Juta per Bulan Lewat Hilirisasi

Pertumbuhan ekonomi sebesar 3,53 persen memang masih menunjukkan arah yang positif.

Namun angka tersebut juga memberikan pesan bahwa Kalteng tidak bisa terusmengandalkan pola pembangunan lama.

Saatnya daerah ini bergerak dari ekonomi berbasis komoditas menuju ekonomiberbasis nilai tambah, inovasi, dan keberlanjutan.

Electronic money exchangers listing

Dengan langkah tersebut, Kalteng tidak hanya menjadi penghasil sumber daya alam, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tangguh dan berdaya saing.

*)Penulis adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya (FEB UPR)

 

 

Baca Juga :  Gen Z Bisa Kantongi Keuntungan Rp 200 Juta per Bulan Lewat Hilirisasi

Terpopuler

Artikel Terbaru