Ketika sekolah menerapkan PJJ, distribusi MBG berpotensi terganggu.
Jika tidak ada mekanisme pengganti, anak kehilangan manfaat gizi, sementara pemasok lokal menghadapi ketidakpastian permintaan.
Karena itu, PJJ dan MBG tidak boleh ditempatkan sebagai dua kebijakan yang saling bertentangan.
Solusinya adalah kompensasi dan adaptasi distribusi.
Ketika siswa tidak datang ke sekolah, MBG dapat dialihkan menjadi paket makanan bergizi untuk dibawa pulang, distribusi melalui titik layanan yang aman, atau mekanisme lain yang memungkinkan anak tetap memperoleh asupan bergizi tanpa harus terpapar udara buruk.
Kebijakan ini sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi pemasok lokal.
Pemerintah dapat mengatur kembali jadwal produksi dan distribusi tanpa memutus kontrak secara sepihak.
Dengan demikian, petani dan UMKM tetap memperoleh kepastian pasar, sementara tujuan gizi anak tetap terlindungi.
Perspektif ekonomi ini penting.
Dalam keadaan normal, MBG merupakan instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ketika sekolah menerapkan PJJ, distribusi MBG berpotensi terganggu.
Jika tidak ada mekanisme pengganti, anak kehilangan manfaat gizi, sementara pemasok lokal menghadapi ketidakpastian permintaan.
Karena itu, PJJ dan MBG tidak boleh ditempatkan sebagai dua kebijakan yang saling bertentangan.
Solusinya adalah kompensasi dan adaptasi distribusi.
Ketika siswa tidak datang ke sekolah, MBG dapat dialihkan menjadi paket makanan bergizi untuk dibawa pulang, distribusi melalui titik layanan yang aman, atau mekanisme lain yang memungkinkan anak tetap memperoleh asupan bergizi tanpa harus terpapar udara buruk.
Kebijakan ini sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi pemasok lokal.
Pemerintah dapat mengatur kembali jadwal produksi dan distribusi tanpa memutus kontrak secara sepihak.
Dengan demikian, petani dan UMKM tetap memperoleh kepastian pasar, sementara tujuan gizi anak tetap terlindungi.
Perspektif ekonomi ini penting.
Dalam keadaan normal, MBG merupakan instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia.