Mengurangi Ketergantungan Dolar, Memperkuat Peran Rupiah di Kancah Global

Kepercayaan terhadap suatu mata uang dibangun melalui stabilitas makroekonomi, inflasi yang terkendali, kredibilitas kebijakan moneter, dan ketahanan sektor eksternal.

Dalam konteks ini, Indonesia memiliki modal yang cukup kuat.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar 144,9 miliar dolar AS, setara dengan sekitar 5,6 bulan impor dan jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Kondisi ini menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas eksternal sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.

Meski demikian, perjalanan menuju internasionalisasi rupiah masih panjang. Rupiah belum akan menggantikan posisi dolar dalam waktu dekat.

Akan tetapi, tujuan utamanya memang bukan menggantikan dolar, melainkan menciptakan sistem ekonomi yang lebih seimbang dan tidak terlalu rentan terhadap guncangan eksternal.

Baca Juga :  Semakin Lengkap! Investasi di Pasar Modal Kini Lebih Mudah via BRImo

Semakin luas penggunaan rupiah dalam perdagangan, investasi, dan pembayaran lintas negara, semakin besar pula ruang kebijakan yang dimiliki Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Electronic money exchangers listing

Lebih jauh, penguatan peran rupiah juga sejalan dengan perubahan arsitektur ekonomi global yang sedang berlangsung.

Di berbagai kawasan, termasuk ASEAN dan kelompok BRICS, penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan dan investasi semakin memperoleh momentum.

Negara-negara ASEAN terus memperluas transaksi lintas batas berbasis mata uang lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat stabilitas keuangan regional.

Di sisi lain, diskursus dalam BRICS kini lebih banyak diarahkan pada peningkatan penggunaan mata uang nasional, interoperabilitas sistem pembayaran, dan penguatan kerja sama keuangan antarnegara dibandingkan pembentukan mata uang tunggal baru.

Baca Juga :  Fanatisme Politik Masyarakat Indonesia

Fenomena ini mencerminkan munculnya tren dedolarisasi yang tidak bertujuan menghapus peran dolar sepenuhnya, tetapi menciptakan sistem moneter internasional yang lebih multipolar dan berimbang.

Kepercayaan terhadap suatu mata uang dibangun melalui stabilitas makroekonomi, inflasi yang terkendali, kredibilitas kebijakan moneter, dan ketahanan sektor eksternal.

Dalam konteks ini, Indonesia memiliki modal yang cukup kuat.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar 144,9 miliar dolar AS, setara dengan sekitar 5,6 bulan impor dan jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Electronic money exchangers listing

Kondisi ini menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas eksternal sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.

Meski demikian, perjalanan menuju internasionalisasi rupiah masih panjang. Rupiah belum akan menggantikan posisi dolar dalam waktu dekat.

Akan tetapi, tujuan utamanya memang bukan menggantikan dolar, melainkan menciptakan sistem ekonomi yang lebih seimbang dan tidak terlalu rentan terhadap guncangan eksternal.

Baca Juga :  Semakin Lengkap! Investasi di Pasar Modal Kini Lebih Mudah via BRImo

Semakin luas penggunaan rupiah dalam perdagangan, investasi, dan pembayaran lintas negara, semakin besar pula ruang kebijakan yang dimiliki Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Lebih jauh, penguatan peran rupiah juga sejalan dengan perubahan arsitektur ekonomi global yang sedang berlangsung.

Di berbagai kawasan, termasuk ASEAN dan kelompok BRICS, penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan dan investasi semakin memperoleh momentum.

Negara-negara ASEAN terus memperluas transaksi lintas batas berbasis mata uang lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat stabilitas keuangan regional.

Di sisi lain, diskursus dalam BRICS kini lebih banyak diarahkan pada peningkatan penggunaan mata uang nasional, interoperabilitas sistem pembayaran, dan penguatan kerja sama keuangan antarnegara dibandingkan pembentukan mata uang tunggal baru.

Baca Juga :  Fanatisme Politik Masyarakat Indonesia

Fenomena ini mencerminkan munculnya tren dedolarisasi yang tidak bertujuan menghapus peran dolar sepenuhnya, tetapi menciptakan sistem moneter internasional yang lebih multipolar dan berimbang.

Terpopuler

Artikel Terbaru