Bagaimana Iran Simpan Jenazah Ayatollah Ali Khamenei selama Berbulan-bulan? Begini Penjelasannya

PROKALTENG.CO-Menjelang pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026, perhatian publik tidak hanya tertuju pada prosesi kenegaraan, tetapi juga pada kondisi jenazah yang telah disimpan selama lebih dari empat bulan sejak dinyatakan meninggal.

Lama waktu antara wafat dan pemakaman memunculkan berbagai pertanyaan mengenai metode yang digunakan Iran untuk menjaga kondisi jenazah.

 Pasalnya, dalam ajaran Islam, praktik pembalseman menggunakan bahan kimia tidak diperbolehkan dan pemakaman dianjurkan dilakukan sesegera mungkin.

Sejumlah pengamat menilai Iran kemungkinan besar tidak menggunakan teknik pembalseman, melainkan mengandalkan sistem penyimpanan bersuhu sangat rendah atau cold storage yang lazim dipakai di fasilitas forensik modern.

Pakar kontraterorisme Dr. Mohammed Omar menyebut metode pendinginan merupakan pilihan yang paling sesuai dengan ketentuan hukum Islam Syiah dalam situasi luar biasa, seperti perang atau kondisi keamanan yang tidak memungkinkan pemakaman segera dilaksanakan.

Baca Juga :  5 Hari Pascagempa, 240 Orang Belum Ditemukan, Jepang Turunkan 4.600 Pasukan SDF

Menurutnya, penyimpanan jenazah di ruang pendingin berbeda dengan pembalseman karena tidak melibatkan penyuntikan cairan kimia ke dalam tubuh.

Cara tersebut hanya bertujuan memperlambat proses alami pembusukan hingga pemakaman dapat dilakukan.

Electronic money exchangers listing

Ia juga menjelaskan bahwa fasilitas forensik di Iran telah memiliki teknologi untuk menyimpan jenazah dalam jangka waktu cukup lama dengan suhu yang terkontrol, sehingga kondisi fisik dapat dipertahankan tanpa melanggar aturan keagamaan.

Penundaan pemakaman Ayatollah Ali Khamenei disebut berkaitan dengan pertimbangan keamanan dan persiapan rangkaian upacara kenegaraan yang akan melibatkan jutaan pelayat di Iran maupun Irak.

Dengan sistem penyimpanan tersebut, jenazah diperkirakan tetap berada dalam kondisi layak hingga prosesi pemakaman resmi digelar. (jpg)

Baca Juga :  Rudal Iran Hancur Leburkan Fasilitas Strategis Israel

PROKALTENG.CO-Menjelang pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026, perhatian publik tidak hanya tertuju pada prosesi kenegaraan, tetapi juga pada kondisi jenazah yang telah disimpan selama lebih dari empat bulan sejak dinyatakan meninggal.

Lama waktu antara wafat dan pemakaman memunculkan berbagai pertanyaan mengenai metode yang digunakan Iran untuk menjaga kondisi jenazah.

 Pasalnya, dalam ajaran Islam, praktik pembalseman menggunakan bahan kimia tidak diperbolehkan dan pemakaman dianjurkan dilakukan sesegera mungkin.

Electronic money exchangers listing

Sejumlah pengamat menilai Iran kemungkinan besar tidak menggunakan teknik pembalseman, melainkan mengandalkan sistem penyimpanan bersuhu sangat rendah atau cold storage yang lazim dipakai di fasilitas forensik modern.

Pakar kontraterorisme Dr. Mohammed Omar menyebut metode pendinginan merupakan pilihan yang paling sesuai dengan ketentuan hukum Islam Syiah dalam situasi luar biasa, seperti perang atau kondisi keamanan yang tidak memungkinkan pemakaman segera dilaksanakan.

Baca Juga :  5 Hari Pascagempa, 240 Orang Belum Ditemukan, Jepang Turunkan 4.600 Pasukan SDF

Menurutnya, penyimpanan jenazah di ruang pendingin berbeda dengan pembalseman karena tidak melibatkan penyuntikan cairan kimia ke dalam tubuh.

Cara tersebut hanya bertujuan memperlambat proses alami pembusukan hingga pemakaman dapat dilakukan.

Ia juga menjelaskan bahwa fasilitas forensik di Iran telah memiliki teknologi untuk menyimpan jenazah dalam jangka waktu cukup lama dengan suhu yang terkontrol, sehingga kondisi fisik dapat dipertahankan tanpa melanggar aturan keagamaan.

Penundaan pemakaman Ayatollah Ali Khamenei disebut berkaitan dengan pertimbangan keamanan dan persiapan rangkaian upacara kenegaraan yang akan melibatkan jutaan pelayat di Iran maupun Irak.

Dengan sistem penyimpanan tersebut, jenazah diperkirakan tetap berada dalam kondisi layak hingga prosesi pemakaman resmi digelar. (jpg)

Baca Juga :  Rudal Iran Hancur Leburkan Fasilitas Strategis Israel

Terpopuler

Artikel Terbaru