Pertemuan tersebut di antaranya dihadiri KH Anwar Manshur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH ‘Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Mu’adz Thohir, KH Abdullah Ubab Maimoen, dan KH Muhibbul Aman Aly.
Dalam pertemuan itu, Ma’ruf Amin bersama para kiai sepuh menegaskan pentingnya memberikan keleluasaan kepada peserta Muktamar NU untuk menentukan pilihan secara berdaulat.
Ia juga meminta panitia memastikan seluruh rangkaian Muktamar berlangsung kondusif, demokratis, dan jujur.
“Kepada para pelaksana, para panitia supaya menjaga supaya Muktamar ini berjalan dengan kondusif. Jangan terjadi apa-apa dan supaya berjalan secara demokratis dan jujur sesuai dengan akhlak NU,” tegasnya.
Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Forum tersebut menjadi momentum penting bagi Nahdliyin untuk menentukan arah kepemimpinan dan perjalanan organisasi NU ke depan. (ang/jpc)
Pertemuan tersebut di antaranya dihadiri KH Anwar Manshur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH ‘Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Mu’adz Thohir, KH Abdullah Ubab Maimoen, dan KH Muhibbul Aman Aly.
Dalam pertemuan itu, Ma’ruf Amin bersama para kiai sepuh menegaskan pentingnya memberikan keleluasaan kepada peserta Muktamar NU untuk menentukan pilihan secara berdaulat.
Ia juga meminta panitia memastikan seluruh rangkaian Muktamar berlangsung kondusif, demokratis, dan jujur.
“Kepada para pelaksana, para panitia supaya menjaga supaya Muktamar ini berjalan dengan kondusif. Jangan terjadi apa-apa dan supaya berjalan secara demokratis dan jujur sesuai dengan akhlak NU,” tegasnya.
Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Forum tersebut menjadi momentum penting bagi Nahdliyin untuk menentukan arah kepemimpinan dan perjalanan organisasi NU ke depan. (ang/jpc)