Seruan tersebut disambut peserta lainnya yang berusaha menenangkan suasana. Beberapa koordinator lapangan bahkan terlihat bergerak ke depan untuk memastikan aksi tetap berlangsung damai dan tidak berkembang menjadi bentrokan. Setelah situasi mereda, massa kembali melanjutkan agenda aksi berupa orasi dan pembacaan pernyataan sikap dari berbagai elemen yang tergabung dalam demonstrasi.
Aksi yang berlangsung sejak sore hari itu diikuti mahasiswa dari berbagai kampus, di antaranya Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pancasila (UP), serta sejumlah organisasi masyarakat sipil dan komunitas pengemudi ojek online. Perwakilan mahasiswa secara bergantian menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Mereka menilai kondisi bangsa saat ini tengah menghadapi persoalan serius yang berkaitan dengan ekonomi, demokrasi, hingga kesejahteraan masyarakat.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di hadapan barikade aparat, massa aksi menyebut pemerintahan saat ini dinilai gagal menjawab berbagai persoalan rakyat. Mereka juga mengkritik sikap pemerintah yang dianggap kurang responsif terhadap berbagai masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat. Massa menegaskan bahwa aksi turun ke jalan merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang dijamin oleh konstitusi. Karena itu, mereka mempertanyakan langkah aparat yang menghalangi perjalanan mereka menuju Bundaran HI.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi rakyat secara terbuka dan damai. Kritik yang kami sampaikan adalah bagian dari demokrasi yang harus dihormati,” ujar salah seorang orator.
Seruan tersebut disambut peserta lainnya yang berusaha menenangkan suasana. Beberapa koordinator lapangan bahkan terlihat bergerak ke depan untuk memastikan aksi tetap berlangsung damai dan tidak berkembang menjadi bentrokan. Setelah situasi mereda, massa kembali melanjutkan agenda aksi berupa orasi dan pembacaan pernyataan sikap dari berbagai elemen yang tergabung dalam demonstrasi.
Aksi yang berlangsung sejak sore hari itu diikuti mahasiswa dari berbagai kampus, di antaranya Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pancasila (UP), serta sejumlah organisasi masyarakat sipil dan komunitas pengemudi ojek online. Perwakilan mahasiswa secara bergantian menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Mereka menilai kondisi bangsa saat ini tengah menghadapi persoalan serius yang berkaitan dengan ekonomi, demokrasi, hingga kesejahteraan masyarakat.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di hadapan barikade aparat, massa aksi menyebut pemerintahan saat ini dinilai gagal menjawab berbagai persoalan rakyat. Mereka juga mengkritik sikap pemerintah yang dianggap kurang responsif terhadap berbagai masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat. Massa menegaskan bahwa aksi turun ke jalan merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang dijamin oleh konstitusi. Karena itu, mereka mempertanyakan langkah aparat yang menghalangi perjalanan mereka menuju Bundaran HI.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi rakyat secara terbuka dan damai. Kritik yang kami sampaikan adalah bagian dari demokrasi yang harus dihormati,” ujar salah seorang orator.