PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penolakan General Manager (GM) PT PLN (Persero) menandatangani enam poin tuntutan Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) di Rumah Jabatan Gubernur pada Kamis (30/7/2026) siang, ternyata berbuntut panjang.
Tak hanya membubarkan diri secara tertib dari rujab, massa aksi langsung merealisasikan ancaman mereka dengan mendirikan camp bertahan dan menyegel Kantor PLN UP3 Palangka Raya hingga dini hari.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, suasana di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya pada Kamis malam tampak memanas namun terkendali. Banner bernada protes seperti “Kantor Ini Disegel Masyarakat” dan “Masyarakat Tidak Percaya PLN” masih terpampang jelas di pintu gerbang utama.
Massa aksi memilih bertahan dan menginap di lokasi demonstrasi. Selain sebagai bentuk protes keras, keputusan tersebut didasari oleh kondisi rumah warga yang turut terdampak pemadaman listrik berkepanjangan.
“Kalau diizinkan, kita akan masuk ke dalam untuk menginap, karena memang di tempat kita padam. Kita tidak bisa ngecas HP, panas, dan lain sebagainya,” ujar Koordinator Aksi Joseph Firman Jaya Waruwu saat dikonfirmasi media di lokasi pada Kamis (30/7/2026) malam.
Meski demikian, karena tidak mendapatkan izin untuk masuk ke dalam halaman kantor PLN demi alasan keamanan, massa memilih melangsungkan aksi penyampaian pendapat di tepi jalan dan bertahan di luar gerbang hingga subuh.
Di sisi lain, kelompok peternak ayam sebelumnya menyedot perhatian lewat aksi pelemparan bangkai ayam terpaksa absen pada aksi malam tadi. Hal ini dikarenakan mereka harus kembali ke kandang untuk menangani kendala teknis darurat akibat pemadaman listrik yang kembali terjadi.
“Untuk malam ini teman-teman peternak tidak bisa mengikuti karena tadi infonya sedang ada gangguan kandang. Ada beberapa blower (kipas penyalur oksigen) yang memang sedang gangguan gara-gara pemadaman di hari ini,” jelasnya.
Aksi menginap di luar gerbang PLN ini, menjadi pembuka dari gelombang protes panjang yang direncanakan oleh GPG. Pihak koordinator memegaskan bahwa aksi unjuk rasa tidak akan berhenti dan kembali digelar secara intensif mulai Jumat (31/7/2026) sore ini.
“Ini akan menjadi aksi lanjutan, karena kita besok hari akan lanjut untuk aksi di jam 3 sore. Malamnya kita akan aksi lagi seperti ini, sampai General Manager itu dicopot dan poin tuntutan kita ditandatangani,” tegas Joseph. (her)


