5 Fakta Kasus yang Menyeret Febrie Adriansyah hingga Mundur dari Jampidsus

2. Maraton Penggeledahan dan Barang Bukti Lebih dari Setengah Triliun Rupiah

Dalam kasus tersebut, Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya sudah melakukan penggeledahan di 13 lokasi berbeda. Mulai kafe, money changer, kantor, rumah, sampai ruko yang tersebar di Jakarta, Bogor, dan Tangerang Selatan (Tangsel). Sejumlah barang bukti sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto telah merinci barang bukti tersebut, yakni:

Barang Bukti dari Rumah di Sentul, Bogor, Jawa Barat:

Polisi mengamankan 74 kilogram emas batangan, USD 4.767.300, ⁠SGD 14.083.800, Rp 100.000.000, dan 2 bingkai foto keluarga.

Barang Bukti dari Koin Money Changer Jaksel:

Ditemukan sejumlah uang dalam penggeledahan tersebut. Rinciannya Rp 4.462.365.000, ⁠USD 84.356, ⁠SAR 17.595, SGD 83.394, THB 33.100, TRY 4.020, CNY 1.223, ⁠JPY 152.00, RM 212, ⁠INR 1.600, AED 640, ⁠KRW 61.000, GBP 40, ⁠BND 10, ⁠VND 150, dan ⁠NZD 100.

Barang bukti dari de’Clan Signature Cafe:

Penggeledahan di kafe tersebut menghasilkan ⁠SGD 3.130.000, USD 889.965, dan Rp 259.159.000. Selain itu juga diamankan sejumlah dokumen.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Puluhan Tahun Gelap, Dusun Terpencil di Sumba Akhirnya Berlistrik lewat Program Lisdes 2025

Barang bukti dari rumah di Cilandak:

Polisi mengamankan uang ⁠Rp 520.000.000 dan USD 133.000.

Bila ditotal secara keseluruhan, barang bukti tersebut bernilai ratusan miliar rupiah. Angkanya bahkan lebih dari setengah triliun rupiah. Barang bukti itu dikumpulkan hanya dalam waktu lebih kurang 3 hari. Kecuali 2 bingkai foto keluarga, seluruh barang bukti tersebut sudah ditunjukkan kepada publik.

3. Rumah Febrie Dijaga TNI dan Kedatangan Tentara ke Polda Metro Jaya

Kediaman mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah di bilangan Kebayoran Baru, Jaksel sempat ramai. Berdasar pantauan di sekitar rumah tersebut, sejumlah petugas berkumpul sejak petang hingga malam hari pada Rabu (8/7).

Aktivitas di sekitar rumah salah seorang eks pejabat Kejagung tersebut masih tampak hingga malam hari. Sejumlah orang berbadan tegap terlihat di dalam dan luar pagar rumah. Tidak hanya itu, beberapa petugas dari Kejagung juga kelihatan berkumpul tidak jauh dari rumah tersebut.

Baca Juga :  Simak, Ini Syarat Warga Luar Jabodetabek Boleh Masuk Jakarta

Beberapa masih tampak mengenakan seragam. Namun, ada pula yang berpakaian bebas. Selain petugas Kejagung, sempat terlihat beberapa prajurit TNI yang mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) dan baret. Mereka berjaga di sekitar rumah yang jaraknya tidak terlampau jauh dari Kantor Kejagung.

Di tengah maraton penggeledahan dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU yang saat itu tengah bergulir, beredar informasi Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya didatangi oleh sejumlah prajurit TNI. Kabar itu langsung dibantah oleh Mabes TNI.

”Tidak benar berita yang menyebutkan TNI mendatangi Polda Metro Jaya dalam hal ini,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas saat dikonfirmasi pada Kamis (9/7).

Jenderal bintang satu TNI AD tersebut menepis video dan foto yang sudah beredar luas di media sosial (medsos) dan media massa. Dia menegaskan kembali bahwa informasi, video, maupun foto tersebut tidak benar. Nas meminta semua pihak tidak berlebihan.

”Tolong narasinya jangan hiperbola, waspadai provokasi,” ucap Nas.

2. Maraton Penggeledahan dan Barang Bukti Lebih dari Setengah Triliun Rupiah

Dalam kasus tersebut, Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya sudah melakukan penggeledahan di 13 lokasi berbeda. Mulai kafe, money changer, kantor, rumah, sampai ruko yang tersebar di Jakarta, Bogor, dan Tangerang Selatan (Tangsel). Sejumlah barang bukti sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto telah merinci barang bukti tersebut, yakni:

Barang Bukti dari Rumah di Sentul, Bogor, Jawa Barat:

Polisi mengamankan 74 kilogram emas batangan, USD 4.767.300, ⁠SGD 14.083.800, Rp 100.000.000, dan 2 bingkai foto keluarga.

Electronic money exchangers listing

Barang Bukti dari Koin Money Changer Jaksel:

Ditemukan sejumlah uang dalam penggeledahan tersebut. Rinciannya Rp 4.462.365.000, ⁠USD 84.356, ⁠SAR 17.595, SGD 83.394, THB 33.100, TRY 4.020, CNY 1.223, ⁠JPY 152.00, RM 212, ⁠INR 1.600, AED 640, ⁠KRW 61.000, GBP 40, ⁠BND 10, ⁠VND 150, dan ⁠NZD 100.

Barang bukti dari de’Clan Signature Cafe:

Penggeledahan di kafe tersebut menghasilkan ⁠SGD 3.130.000, USD 889.965, dan Rp 259.159.000. Selain itu juga diamankan sejumlah dokumen.

Baca Juga :  Puluhan Tahun Gelap, Dusun Terpencil di Sumba Akhirnya Berlistrik lewat Program Lisdes 2025

Barang bukti dari rumah di Cilandak:

Polisi mengamankan uang ⁠Rp 520.000.000 dan USD 133.000.

Bila ditotal secara keseluruhan, barang bukti tersebut bernilai ratusan miliar rupiah. Angkanya bahkan lebih dari setengah triliun rupiah. Barang bukti itu dikumpulkan hanya dalam waktu lebih kurang 3 hari. Kecuali 2 bingkai foto keluarga, seluruh barang bukti tersebut sudah ditunjukkan kepada publik.

3. Rumah Febrie Dijaga TNI dan Kedatangan Tentara ke Polda Metro Jaya

Kediaman mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah di bilangan Kebayoran Baru, Jaksel sempat ramai. Berdasar pantauan di sekitar rumah tersebut, sejumlah petugas berkumpul sejak petang hingga malam hari pada Rabu (8/7).

Aktivitas di sekitar rumah salah seorang eks pejabat Kejagung tersebut masih tampak hingga malam hari. Sejumlah orang berbadan tegap terlihat di dalam dan luar pagar rumah. Tidak hanya itu, beberapa petugas dari Kejagung juga kelihatan berkumpul tidak jauh dari rumah tersebut.

Baca Juga :  Simak, Ini Syarat Warga Luar Jabodetabek Boleh Masuk Jakarta

Beberapa masih tampak mengenakan seragam. Namun, ada pula yang berpakaian bebas. Selain petugas Kejagung, sempat terlihat beberapa prajurit TNI yang mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) dan baret. Mereka berjaga di sekitar rumah yang jaraknya tidak terlampau jauh dari Kantor Kejagung.

Di tengah maraton penggeledahan dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU yang saat itu tengah bergulir, beredar informasi Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya didatangi oleh sejumlah prajurit TNI. Kabar itu langsung dibantah oleh Mabes TNI.

”Tidak benar berita yang menyebutkan TNI mendatangi Polda Metro Jaya dalam hal ini,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas saat dikonfirmasi pada Kamis (9/7).

Jenderal bintang satu TNI AD tersebut menepis video dan foto yang sudah beredar luas di media sosial (medsos) dan media massa. Dia menegaskan kembali bahwa informasi, video, maupun foto tersebut tidak benar. Nas meminta semua pihak tidak berlebihan.

”Tolong narasinya jangan hiperbola, waspadai provokasi,” ucap Nas.

Terpopuler

Artikel Terbaru