PROKALTENG.CO-Tren jam tangan luxury masih menunjukkan geliat positif di Surabaya. Meski bukan kebutuhan primer, minat masyarakat terhadap arloji premium tetap tinggi. Tidak hanya dijadikan penunjuk waktu, jam tangan juga menjadi bagian dari gaya hidup, investasi, hingga barang koleksi yang memiliki nilai seni.
Di Surabaya, harga jam tangan mewah yang diminati kolektor pun beragam. Mulai sekitar Rp 40 juta hingga Rp 900 juta. Tingginya minat tersebut terlihat dari banyaknya pecinta jam tangan yang datang untuk melihat langsung koleksi terbaru sekaligus mempelajari sejarah dan keunikan setiap model.
Salah satu distributor jam tangan luxury, Kevin Lie, mengatakan bahwa Surabaya menjadi salah satu kota dengan pasar jam tangan mewah yang cukup besar. Menurutnya, antusiasme masyarakat tidak hanya datang dari kalangan kolektor, tetapi juga generasi muda yang ingin mengenal dunia horologi lebih dalam.
“Di Surabaya peminatnya cukup banyak. Seperti Seiko dibandingkan beberapa brand luxury lain memang relatif masih baru, sehingga banyak orang ingin belajar lebih banyak dan melihat produknya secara langsung,” ujarnya, Minggu (12/7).
Kevin menjelaskan, pembeli jam tangan luxury masih didominasi usia di atas 40 tahun. Namun, minat dari kalangan muda juga terus meningkat, bahkan mulai usia 18 tahun. Kemudahan memperoleh informasi melalui media sosial membuat banyak anak muda penasaran dan datang untuk mengenal produk secara langsung.
“Kalau pembelinya memang lebih banyak usia 40 tahun ke atas. Tetapi yang datang untuk mencari informasi cukup banyak dari usia 18 tahun karena sekarang informasi sangat mudah didapat dari media sosial,” katanya.
Salah satu daya tarik penggemar jam tangan adalah desainnya. Dan, jam tangan luxury milik Kevin, memiliki filosofi desain yang terinspirasi dari keindahan alam Jepang. Setiap seri memiliki karakter dan cerita berbeda, mulai dari bunga sakura, Gunung Fuji hingga pegunungan bersalju yang menjadi inspirasi warna serta tekstur dial.
Kevin menuturkan, terdapat koleksi yang memiliki efek perubahan warna unik. Dari kejauhan tampil berwarna perak, tetapi ketika dilihat lebih dekat akan memunculkan semburat warna merah muda yang terinspirasi bunga sakura.
“Desain seperti ini sengaja dibuat agar orang tertarik mendekat karena ada perubahan warna yang terlihat dari sudut pandang berbeda,” jelasnya.
Selain itu juga menghadirkan koleksi divers watch, yakni jam tangan selam yang menjadi salah satu produk ikonik dan memiliki sejarah panjang di dunia penyelaman.
Manajer Seiko Surabaya, Sujono Adi, mengatakan tren jam tangan bergaya vintage kembali diminati berbagai kalangan. Salah satu produk yang sedang populer adalah model bergaya klasik yang dikenal luas di kalangan penggemar sebagai Seiko Nano, khususnya untuk pasar perempuan.
“Sekarang semua kalangan suka karena tren vintage kembali. Model yang bergaya klasik penjualannya sampai sekarang masih cukup baik,” ungkapnya.
Menurut Sujono, kondisi ekonomi yang fluktuatif memang memengaruhi daya beli masyarakat. Namun, dampaknya tidak terlalu besar bagi pasar jam tangan premium karena masih ditopang para kolektor yang selalu mencari koleksi terbaru.
“Pengaruh ekonomi tentu ada, tetapi nama besar brand masih menjadi kekuatan. Kolektor tetap mencari model baru. Maka dari itu tersedia pilihan dari segmen bawah, menengah hingga premium, sehingga kebutuhan berbagai kalangan bisa terpenuhi,” katanya. (sam/jpg)


