Ia mengatakan paguyuban siap menyediakan diri untuk mendukung program Kementerian P2MI, termasuk membantu pelaksanaan program di daerah melalui peran mentor, memperkuat gerakan migrasi aman, serta melakukan transfer pengetahuan kepada generasi baru.
“Pengalaman yang kami miliki mudah-mudahan bisa dijadikan acuan. Kami siap mendukung program P2MI, penguatan pelaksanaan di lapangan sebagai mentor, migrasi aman, dan transfer pengetahuan,” ujarnya.
Soroti Migrasi Ilegal hingga TPPO
Dalam audiensi tersebut, Agusdin juga menyampaikan sejumlah isu yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius Kementerian P2MI.
Pertama, masih maraknya keberangkatan Pekerja Migran secara ilegal atau nonprosedural. Menurut dia, langkah Kementerian P2MI melalui Gerakan Nasional Migran Aman merupakan kebijakan yang tepat untuk memperkuat edukasi dan pencegahan sejak tingkat masyarakat.
“Kita melihat masih maraknya ilegal. Ini benar sekali Bapak lakukan Gerakan Nasional Migran Migram Aman ini,” tuturnya.
Untuk itu, Agusdin menegaskan, paguyuban tidak ingin berhenti sebagai wadah silaturahmi para pensiunan. Para mantan pegawai yang memiliki pengalaman dalam bidang penempatan maupun pelindungan Pekerja Migran siap dilibatkan sebagai mitra strategis pemerintah.
“Transfer pengetahuan, dapat dilakukan melalui berbagai media dan mekanisme, tetapi idealnya dilakukan secara terjadwal sehingga berbagai persoalan aktual dapat dibahas dan menjadi masukan bagi Kementerian P2MI,” cetus Agusdin.
Gagasan tersebut sejalan dengan harapan Menteri Mukhtarudin agar para senior dapat memberikan masukan, pengalaman, dan jejaring untuk memperkuat kelembagaan serta program Kementerian P2MI.
Menteri Mukhtarudin menilai, kontribusi para senior tidak harus berhenti setelah memasuki masa pensiun. Pengetahuan dan pengalaman yang telah dibangun selama bertahun-tahun tetap relevan untuk mendukung generasi baru di Kementerian P2MI.


