Mukhtarudin Gandeng Pensiunan BNP2TKI-BP2MI Perkuat Tata Kelola Pekerja Migran

Manfaatkan Ekosistem Vokasi

Kementerian P2MI juga tidak membangun lembaga pelatihan baru secara khusus. Pemerintah memilih mengoptimalkan infrastruktur dan sumber daya yang telah dimiliki berbagai kementerian/lembaga serta perguruan tinggi.

Saat ini, Kementerian P2MI bekerja sama dengan 12 kementerian/lembaga yang memiliki ekosistem pendidikan dan vokasi. Kolaborasi tersebut mencakup ratusan lembaga vokasi dengan kapasitas pelatihan yang besar.

Di sisi lain, Kementerian P2MI juga mengembangkan Migrant Center sebagai pusat layanan informasi, edukasi, pembekalan, dan pengembangan kompetensi talenta global di perguruan tinggi.

Hingga kini, Migrant Center telah hadir di 32 perguruan tinggi dan satu lembaga pelatihan.

“Ekosistem hulunya kita memang memanfaatkan sumber daya yang ada. Karena mereka sudah siap infrastruktur, siap sumber daya. Jadi tinggal kita menyinergikan saja,” kata Mukhtarudin.

Baca Juga :  Solar Langka, Mukhtarudin Sarankan Pertamina Tambah Kuota

Selain penyiapan dan penempatan, Kementerian P2MI juga terus memperkuat pelindungan Pekerja Migran termasuk pencegahan keberangkatan ilegal, penanganan pengaduan, perlindungan dari ancaman siber, serta penyediaan layanan darurat melalui shelter.

Electronic money exchangers listing

Hingga 29 Agustus 2026, Kementerian P2MI telah memfasilitasi 243.816 layanan penempatan PMI ke berbagai negara tujuan. Sementara program pemberdayaan Pekerja Migran dan purna juga terus dikembangkan, termasuk melalui Desa Migran Emas yang telah ditetapkan di 756 desa pada 27 provinsi.

Pensiunan Jadi Mitra Strategis

Ketua Paguyuban Pensiunan Pegawai BNP2TKI/BP2MI/Kementerian P2MI, Agusdin Subiantoro, mengaku tersanjung dengan sambutan yang diberikan Menteri P2MI Mukhtarudin.

“Saya sangat tersanjung Bapak menghadirkan seluruh eselon I. Semoga ini bisa menjadi awal baru bagi kita. Saya sudah sembilan tahun pensiun,” kata Agusdin.

Baca Juga :  Bakal Hidup Lama dengan Covid-19, Menkes Atur Cara Makan di Restoran

Menurut mantan Deputi Penempatan tersebut, para pensiunan memiliki pengalaman panjang yang dapat menjadi referensi bagi penguatan pelaksanaan program Kementerian P2MI di lapangan.

Manfaatkan Ekosistem Vokasi

Kementerian P2MI juga tidak membangun lembaga pelatihan baru secara khusus. Pemerintah memilih mengoptimalkan infrastruktur dan sumber daya yang telah dimiliki berbagai kementerian/lembaga serta perguruan tinggi.

Saat ini, Kementerian P2MI bekerja sama dengan 12 kementerian/lembaga yang memiliki ekosistem pendidikan dan vokasi. Kolaborasi tersebut mencakup ratusan lembaga vokasi dengan kapasitas pelatihan yang besar.

Electronic money exchangers listing

Di sisi lain, Kementerian P2MI juga mengembangkan Migrant Center sebagai pusat layanan informasi, edukasi, pembekalan, dan pengembangan kompetensi talenta global di perguruan tinggi.

Hingga kini, Migrant Center telah hadir di 32 perguruan tinggi dan satu lembaga pelatihan.

“Ekosistem hulunya kita memang memanfaatkan sumber daya yang ada. Karena mereka sudah siap infrastruktur, siap sumber daya. Jadi tinggal kita menyinergikan saja,” kata Mukhtarudin.

Baca Juga :  Solar Langka, Mukhtarudin Sarankan Pertamina Tambah Kuota

Selain penyiapan dan penempatan, Kementerian P2MI juga terus memperkuat pelindungan Pekerja Migran termasuk pencegahan keberangkatan ilegal, penanganan pengaduan, perlindungan dari ancaman siber, serta penyediaan layanan darurat melalui shelter.

Hingga 29 Agustus 2026, Kementerian P2MI telah memfasilitasi 243.816 layanan penempatan PMI ke berbagai negara tujuan. Sementara program pemberdayaan Pekerja Migran dan purna juga terus dikembangkan, termasuk melalui Desa Migran Emas yang telah ditetapkan di 756 desa pada 27 provinsi.

Pensiunan Jadi Mitra Strategis

Ketua Paguyuban Pensiunan Pegawai BNP2TKI/BP2MI/Kementerian P2MI, Agusdin Subiantoro, mengaku tersanjung dengan sambutan yang diberikan Menteri P2MI Mukhtarudin.

“Saya sangat tersanjung Bapak menghadirkan seluruh eselon I. Semoga ini bisa menjadi awal baru bagi kita. Saya sudah sembilan tahun pensiun,” kata Agusdin.

Baca Juga :  Bakal Hidup Lama dengan Covid-19, Menkes Atur Cara Makan di Restoran

Menurut mantan Deputi Penempatan tersebut, para pensiunan memiliki pengalaman panjang yang dapat menjadi referensi bagi penguatan pelaksanaan program Kementerian P2MI di lapangan.

Terpopuler

Artikel Terbaru