DPRD Dorong Pemko Palangka Raya Perkuat Layanan Kesehatan di Tengah Kabut Asap

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – DPRD Kota Palangka Raya menyoroti kesiapan layanan kesehatan di tengah kondisi kualitas udara yang menurun akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wakil Ketua I Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Salundik, menyampaikan kesiapan fasilitas kesehatan menjadi perhatian seiring potensi meningkatnya gangguan pernapasan masyarakat akibat paparan asap.

“Hal ini sejalan dengan langkah Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) yang telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas,” ujarnya pada Selasa (1/9/2026).

Fasilitas tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang kurang baik. Ruang oksigen tersebut berada di Puskesmas Pahandut, Bukit Hindu, Jekan Raya, Panarung, Marina Permai, Kereng Bengkirai, Kalampangan, Menteng, Tangkiling, Rakumpit, dan Kayon. Selain ruang oksigen, Dinkes juga mengoptimalkan pelayanan melalui puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di 30 kelurahan.

Baca Juga :  DPRD Palangka Raya Hormati Proses Hukum Penggeledahan Kantor KPU

“Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan, khususnya warga yang mengalami keluhan pernapasan,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kabut asap berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat. Terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan atau keluhan pernapasan.

Dinkes Kota Palangka Raya juga melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Data kasus ISPA dipantau dan dilaporkan setiap hari sebagai bagian dari upaya melihat perkembangan kondisi kesehatan masyarakat di tengah potensi memburuknya kualitas udara.

Electronic money exchangers listing

“Kami mendorong kesiapan fasilitas kesehatan agar masyarakat yang terdampak kabut asap dapat segera memperoleh penanganan apabila mengalami gangguan kesehatan,” tuturnya.

Baca Juga :  Waspada Karhutla, Harus Diantisipasi Sejak Dini

Di sisi lain, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.

“Langkah ini penting sebagai upaya mengurangi risiko paparan asap, sembari masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan masing-masing,” tutupnya. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – DPRD Kota Palangka Raya menyoroti kesiapan layanan kesehatan di tengah kondisi kualitas udara yang menurun akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wakil Ketua I Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Salundik, menyampaikan kesiapan fasilitas kesehatan menjadi perhatian seiring potensi meningkatnya gangguan pernapasan masyarakat akibat paparan asap.

“Hal ini sejalan dengan langkah Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) yang telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas,” ujarnya pada Selasa (1/9/2026).

Electronic money exchangers listing

Fasilitas tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang kurang baik. Ruang oksigen tersebut berada di Puskesmas Pahandut, Bukit Hindu, Jekan Raya, Panarung, Marina Permai, Kereng Bengkirai, Kalampangan, Menteng, Tangkiling, Rakumpit, dan Kayon. Selain ruang oksigen, Dinkes juga mengoptimalkan pelayanan melalui puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di 30 kelurahan.

Baca Juga :  DPRD Palangka Raya Hormati Proses Hukum Penggeledahan Kantor KPU

“Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan, khususnya warga yang mengalami keluhan pernapasan,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kabut asap berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat. Terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan atau keluhan pernapasan.

Dinkes Kota Palangka Raya juga melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Data kasus ISPA dipantau dan dilaporkan setiap hari sebagai bagian dari upaya melihat perkembangan kondisi kesehatan masyarakat di tengah potensi memburuknya kualitas udara.

“Kami mendorong kesiapan fasilitas kesehatan agar masyarakat yang terdampak kabut asap dapat segera memperoleh penanganan apabila mengalami gangguan kesehatan,” tuturnya.

Baca Juga :  Waspada Karhutla, Harus Diantisipasi Sejak Dini

Di sisi lain, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.

“Langkah ini penting sebagai upaya mengurangi risiko paparan asap, sembari masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan masing-masing,” tutupnya. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru