Kondisi antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Palangka Raya mulai menunjukkan perbaikan pada Minggu (10/5/2026).
Usai mengadakan pertemuan dengan Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, di Istana Isen Mulang, pada Sabtu (9/5/26), Gubernur Kalimantan Tengah
Pemerintah Kota Palangka Raya, mulai menyoroti perbedaan harga bahan bakar minyak (BBM) eceran yang mencapai Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per liter di tengah upaya normalisasi distribusi BBM.
Pemerintah Kota Palangka Raya menetapkan tujuh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) akan beroperasi selama 24 jam sebagai upaya mengurai antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin. Menyebut antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU mulai melonggar setelah dilakukan penambahan pasokan dan pengaturan distribusi sejak Sabtu (9/5/2026
Pemerintah Kota Palangka Raya akan menambah jumlah SPBU yang beroperasi selama 24 jam sebagai upaya mengurai antrean panjang BBM yang terjadi di berbagai titik SPBU di ibu kota Kalimantan Tengah ini.
Anggota Komisi XII DPR RI, Sigit K. Yunianto, melontarkan peringatan keras kepada oknum pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) maupun individu yang nekat menjadi pelangsir atau menimbun B
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya menemukan salah satu SPBU di Jalan Mahir Mahar tutup lebih awal, padahal telah ada arahan dari Pertamina agar seluruh SPBU di Kota Palangka Raya beroperas