Kemenangan dramatis diraih Bhayangkara Presisi Indonesia FC saat menghadapi Arema FC dalam lanjutan Super League 2025/2026. Hasil itu sekaligus membuat Bhayangkara Presisi Indonesia FC resmi menyalip Persebaya Surabaya di papan klasemen sementara.
Laga pekan ke-25 mempertemukan Bhayangkara Presisi Indonesia FC melawan Arema FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Selasa malam (10/3/2026).
Pertandingan berlangsung panas sejak awal karena kedua tim sama-sama mengincar posisi yang lebih aman di papan tengah.
Arema FC tampil cukup percaya diri sejak menit pertama dengan mencoba menguasai aliran bola. Sementara Bhayangkara Presisi Indonesia FC bermain lebih sabar sambil menunggu celah untuk melancarkan serangan balik cepat.
Tempo pertandingan meningkat memasuki pertengahan babak pertama ketika kedua tim mulai berani membuka permainan. Duel keras di lini tengah membuat laga berjalan ketat dan penuh kontak fisik.
Peluang pertama yang cukup berbahaya justru datang dari Arema FC melalui skema serangan cepat dari sisi sayap. Namun penyelesaian akhir masih mampu digagalkan barisan pertahanan Bhayangkara Presisi Indonesia FC.
Tekanan Arema FC akhirnya membuahkan hasil menjelang babak pertama berakhir. Joel Vinicius sukses membobol gawang Bhayangkara Presisi Indonesia FC lewat sepakan terarah yang gagal dijangkau penjaga gawang.
Gol tersebut membuat Arema FC unggul 1-0 dan sempat meningkatkan kepercayaan diri para pemainnya. Namun situasi berubah drastis hanya beberapa saat setelah gol tersebut tercipta.
Wasit mengeluarkan kartu merah kepada gelandang Arema FC, Gildson Pablo. Pelanggaran keras yang dilakukannya membuat tim berjuluk Singo Edan harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain.
Keputusan itu langsung mengubah dinamika pertandingan menjelang turun minum. Arema FC tetap berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 hingga babak pertama berakhir meski harus bermain dengan satu pemain lebih sedikit.
Memasuki babak kedua, Bhayangkara Presisi Indonesia FC langsung meningkatkan intensitas serangan. Tim tuan rumah mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menekan pertahanan Arema FC.
Arema FC berusaha bertahan rapat sambil sesekali melancarkan serangan balik cepat. Strategi itu cukup efektif dalam beberapa menit awal babak kedua.
Namun tekanan terus-menerus akhirnya kembali memancing emosi pemain Arema FC. Insiden penting terjadi pada menit ke-70 yang semakin memperburuk situasi bagi tim tamu.
Wasit kembali mengeluarkan kartu merah untuk pemain Arema FC. Kali ini Dalberto yang harus meninggalkan lapangan setelah dinilai melakukan pelanggaran keras.
Keputusan tersebut membuat Arema FC harus bermain hanya dengan sembilan pemain. Kondisi itu jelas memberikan keuntungan besar bagi Bhayangkara Presisi Indonesia FC yang terus menekan.
Keunggulan jumlah pemain akhirnya benar-benar dimaksimalkan oleh Bhayangkara Presisi Indonesia FC. Tim tuan rumah terus menggempur pertahanan Arema FC dari berbagai sisi lapangan.
Upaya itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-76. Privat Mbarga berhasil mencetak gol penyeimbang lewat sundulan tajam setelah memanfaatkan umpan silang yang akurat.
Gol tersebut langsung menghidupkan atmosfer stadion yang dipenuhi suporter tuan rumah. Bhayangkara Presisi Indonesia FC semakin percaya diri untuk memburu gol kemenangan.
Serangan demi serangan terus dilancarkan hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan. Arema FC hanya bisa bertahan dengan susunan pemain yang semakin kelelahan.
Drama puncak terjadi pada menit ke-88 ketika wasit menunjuk titik putih. Bhayangkara Presisi Indonesia FC mendapatkan hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran di dalam kotak terlarang.
Moussa Sidibe yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sepakan penalti yang dilepaskannya sukses menembus gawang Arema FC dan membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Gol tersebut membuat Arema FC semakin kesulitan untuk bangkit di sisa waktu pertandingan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Bhayangkara Presisi Indonesia FC.
Hasil ini memperpanjang tren positif Bhayangkara Presisi Indonesia FC yang kini mencatat lima kemenangan beruntun. Performa konsisten itu membuat mereka merangsek naik ke posisi enam klasemen dengan koleksi 41 poin.
Sebaliknya, kekalahan ini membuat Arema FC harus tertahan di papan tengah. Tim tersebut kini berada di peringkat ke-11 klasemen dengan total 31 poin dari 25 pertandingan.
Kemenangan Bhayangkara Presisi Indonesia FC juga berdampak langsung terhadap posisi Persebaya Surabaya. Green Force harus rela turun ke peringkat ketujuh setelah pesaingnya melesat naik.
Persaingan papan tengah Super League 2025/2026 pun semakin sengit menjelang pekan-pekan akhir musim. Setiap pertandingan kini memiliki dampak besar terhadap posisi klasemen dan peluang menuju zona atas.
Di sisi lain, persaingan perebutan gelar juga semakin menarik dengan Persib Bandung masih memimpin klasemen sementara. Klub tersebut mengoleksi 57 poin dan terus dibayangi ketat oleh Borneo Samarinda serta Persija Jakarta.
Situasi ini membuat setiap laga tersisa di Super League terasa seperti final bagi banyak tim. Termasuk Bhayangkara Presisi Indonesia FC yang kini mulai mengintip peluang menembus papan atas klasemen.(jpc)


