PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO — Persemar Banjar Martapura mengukuhkan gelar juara Piala Pangdam Cup TB XXII. Tim asal Kalimantan Selatan itu, berhasil menaklukan tuan rumah Huma Betang FC dengan skor tipis 1-0 di Stadion Sanaman Mantikei, Kota Palangka Raya, Sabtu (9/8/2026).
Kemenangan ini diraih melalui satu gol tunggal yang dicetak oleh pemain bernomor punggung 10, Muhammad Maulana, pada babak pertama pertandingan. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan sekaligus menjadi satu-satunya gol yang tercipta sepanjang laga berlangsung.
Situasi pertandingan berubah drastis tak lama setelah gol tercipta. Kapten Persemar Banjar, Arishandy, mendapat kartu merah dan terpaksa meninggalkan lapangan. Tim harus bertahan dengan sepuluh pemain melawan serangan gencar tuan rumah.
Tekanan semakin berat di babak kedua. Pemain Persemar Banjar lainnya, Zaki Santoso, juga diusir wasit. Tim pun akhirnya hanya menyisakan sembilan pemain di lapangan. Meski demikian, kedudukan 1-0 tetap terjaga berkat pertahanan yang tampil disiplin dan tangguh.
Peluang emas bagi Huma Betang FC untuk menyamakan kedudukan justru hadir di masa tambahan waktu. Wasit memberikan hadiah tendangan penalti kepada tim tuan rumah. Namun kesempatan terbaik itu gagal dimanfaatkan. Skor tetap bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Pelatih Huma Betang FC, Eko Tamamie, mengakui pertandingan berjalan sengit. Namun ia menyayangkan taktik lawan yang dinilai kerap mengulur waktu dan memancing emosi pemainnya.
“Pertandingannya sebenarnya luar biasa. Tapi tim lawan banyak mengulur-ulur waktu dan memancing emosi pemain-pemain kami. Mereka memanfaatkan keunggulan setelah mencetak gol dengan lebih banyak bertahan. Menurut saya itu tidak mencerminkan fair play,” ujar Eko usai laga.
Meski gagal meraih gelar juara, Eko menegaskan pihaknya tidak akan mengubah komposisi pemain saat ini. Langkah selanjutnya adalah mempertahankan gelar Piala Gubernur yang masih dipegang, sekaligus bersiap merebut Piala Pangdam pada edisi tahun depan.
Sementara itu, Asisten Pelatih Persemar Banjar, Wahid, menyambut gembira hasil akhir meski mengaku belum sepenuhnya puas dengan jalannya pertandingan maupun kepemimpinan wasit.
“Kami merasa kurang puas dengan kepemimpinan wasit, tetapi alhamdulillah kami dapat meraih hasil yang memuaskan. Walaupun pertandingan sore ini tidak berjalan dengan baik,” ungkap Wahid.
Ia juga menegaskan tim akan melakukan evaluasi menyeluruh atas segala kekurangan yang muncul. Hasil laga ini menjadi bahan perbaikan agar Persemar Banjar tampil lebih matang dan siap menghadapi rangkaian turnamen mendatang.
Dengan hasil ini, Kabupaten Banjar berhak mengangkat trofi Piala Pangdam Cup TB XXII. Huma Betang FC harus puas menempati posisi juara kedua, sekaligus mencatat pelajaran berharga dari kegagalan penalti di momen krusial penutup laga. (*mg/hnd)


