Angka 15 seakan jadi angka yang kurang bersahabat bagi Aryna Sabalenka. Untuk ketiga kali dalam karier, petenis nomor satu dunia itu gagal melampaui 15 kemenangan beruntun.
Itu terjadi setelah dia tersingkir di perempat final Madrid Open 2026, Rabu (29/4) waktu setempat.
Sebelum kalah 6-2, 2-6, 6-7(6) oleh Hailey Baptiste, Sabalenka pernah dua kali gagal mencapai 15 kemenangan beruntun. Yang pertama terjadi pada akhir 2020 hingga awal 2021 atau saat memenangi Ostrava Open dan Linz Open hingga kalah di Gippsland Trophy.
Lalu, periode kedua terjadi pada 2024. Tepatnya setelah petenis berusia 27 tahun asal Belarus itu menjuarai Cincinnati Open dan US Open hingga terhenti di China Open oleh Karolina Muchova.
”Saya merasa mungkin saya agak terburu-buru. Tetapi, tidak apa-apa. Terkadang kita harus belajar dari sisi negatifnya untuk terus maju,” tuturnya seperti dikutip dari Punto de Break. Sabalenka dijadwalkan tampil di Italian Open di Roma pekan depan.(jpc)
Angka 15 seakan jadi angka yang kurang bersahabat bagi Aryna Sabalenka. Untuk ketiga kali dalam karier, petenis nomor satu dunia itu gagal melampaui 15 kemenangan beruntun.
Itu terjadi setelah dia tersingkir di perempat final Madrid Open 2026, Rabu (29/4) waktu setempat.
Sebelum kalah 6-2, 2-6, 6-7(6) oleh Hailey Baptiste, Sabalenka pernah dua kali gagal mencapai 15 kemenangan beruntun. Yang pertama terjadi pada akhir 2020 hingga awal 2021 atau saat memenangi Ostrava Open dan Linz Open hingga kalah di Gippsland Trophy.
Lalu, periode kedua terjadi pada 2024. Tepatnya setelah petenis berusia 27 tahun asal Belarus itu menjuarai Cincinnati Open dan US Open hingga terhenti di China Open oleh Karolina Muchova.
”Saya merasa mungkin saya agak terburu-buru. Tetapi, tidak apa-apa. Terkadang kita harus belajar dari sisi negatifnya untuk terus maju,” tuturnya seperti dikutip dari Punto de Break. Sabalenka dijadwalkan tampil di Italian Open di Roma pekan depan.(jpc)