PONTIANAK, PROKALTENG.CO – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pontianak menggandeng pelajar untuk mencegah gangguan listrik akibat permainan layang-layang menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Melalui Kampanye Aksi Anak Hebat, PLN mengedukasi siswa agar memahami bahaya bermain layang-layang di dekat jaringan listrik sekaligus menjadi penyampai pesan keselamatan di lingkungan masing-masing.
Program yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UPT Pontianak itu menyasar pelajar sebagai agen perubahan. Selain meningkatkan kesadaran tentang bahaya layang-layang terhadap jaringan listrik, kegiatan ini juga bertujuan menjaga keandalan pasokan listrik dengan melibatkan generasi muda sejak dini.
Kegiatan digelar di SMP Negeri 20 Pontianak hasil kolaborasi PLN UPT Pontianak bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak. Para siswa mendapat edukasi mengenai risiko bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik, dampaknya terhadap sistem kelistrikan, serta pentingnya menjaga keselamatan di sekitar instalasi ketenagalistrikan.
Permainan layang-layang, terutama yang menggunakan benang berbahan logam atau material konduktif, berisiko menyentuh jaringan listrik tegangan tinggi. Kondisi tersebut dapat memicu gangguan pasokan listrik, merusak peralatan, hingga membahayakan keselamatan masyarakat.
Kepala SMP Negeri 20 Pontianak, Kusnengsih, S.Pd., mengapresiasi kolaborasi PLN dan Satpol PP yang menghadirkan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada para siswa.
“Kami berterima kasih kepada PLN dan Satpol PP Kota Pontianak atas kegiatan ini. Pengetahuan tentang bahaya bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik sangat penting bagi anak-anak. Kami berharap ilmu yang diperoleh bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disampaikan kepada keluarga maupun teman-teman mereka,” ujar Kusnengsih.
Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Pontianak, Fitria Fadly, S.Sos., M.Si., menilai edukasi kepada pelajar menjadi langkah efektif untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mematuhi aturan demi keselamatan bersama.
“Melalui pelajar, pesan keselamatan bisa menjangkau keluarga dan masyarakat lebih luas. Generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kepatuhan terhadap aturan sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan tertib,” kata Fitria.
Manager PLN UPT Pontianak, Darul Irfan, mengatakan Kampanye Aksi Anak Hebat menjadi wujud komitmen PLN membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan melalui pendekatan edukatif.
“Pelajar memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik bukan hanya demi keselamatan diri, tetapi juga untuk menjaga keandalan pasokan listrik yang dibutuhkan masyarakat. Harapannya, pesan ini terus diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar Darul.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menambahkan budaya keselamatan ketenagalistrikan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi semua pihak, termasuk generasi muda.
“Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi kesempatan bagi PLN untuk terus menghadirkan manfaat melalui edukasi dan kolaborasi. Kami berharap pelajar yang memahami pentingnya keselamatan ketenagalistrikan akan tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap fasilitas publik dan ikut menjaga pasokan listrik tetap andal, aman, serta berkelanjutan,” kata Riko.
PLN bersama Pemerintah Kota Pontianak, Satpol PP, dan dunia pendidikan terus memperkuat sinergi melalui Kampanye Aksi Anak Hebat untuk menekan gangguan listrik akibat permainan layang-layang sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan di sekitar jaringan listrik.
Di Kota Pontianak, larangan membuat, membawa, menyimpan, menjual, hingga bermain layang-layang telah diatur dalam Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 19 Tahun 2021 Pasal 21. PLN mengajak masyarakat mematuhi aturan tersebut demi menjaga keselamatan dan keandalan pasokan listrik. (tim)


