Gelar Mimbar Bebas, Aliansi Mahasiswa UPR “Tantang” Komitmen Calon Rektor

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menjelang pemilihan pimpinan baru, Aliansi Mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) mengadakan acara bedah gagasan dan mimbar kritis calon rektor UPR di Aula Palangka, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meminta komitmen langsung dari para calon rektor terhadap perbaikan sistem kampus dan keberpihakan pada mahasiswa.

Acara ini menghadirkan tiga calon rektor yang masing-masing menyampaikan visi dan komitmennya secara terbuka di hadapan mahasiswa.

Calon rektor nomor urut satu, Dr. Thea Farina dari Fakultas Hukum UPR, menutup statmentnya dengan menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pihak rektorat dan mahasiswa.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya mengajak adik-adik sekalian berkolaborasi bersama untuk menjadikan universitas yang unggul, maju, inklusif, dan kolaboratif,” ujarnya.

Baca Juga :  Kue Tradisional Banjar Laris Manis di Palangka Raya Saat Ramadan

Ia menyadari bahwa manusia memiliki kekurangan dan kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.  Oleh karena itu, ia menekankan perlunya kebersamaan untuk mencapai kemajuan UPR.

Sementara itu, calon rektor nomor urut dua, Dr. Liswara Neneng dari Fakultas Matematika dan Ilmu Penngetahuan Alam (FMIPA), juga menyampaikan pandangan serupa. Ia menekankan bahwa transformasi universitas hanya bisa dicapai melalui kerja sama.

Electronic money exchangers listing

“Hanya bersama dengan mahasiswa, kita bisa mewujudkan transformasi Universitas Palangka Raya menjadi universitas yang unggul, inovatif, dan berdampak,”paparnya.

Ia percaya bahwa mahasiswa memiliki peran sentral dalam mendorong kemajuan institusi.

Lebih lanjut, calon rektor nomor urut tiga, Prof. Bhayu Rhama, menutup sesi mimbar bebas menyampaikan pidato dengan nada yang lebih tegas. Ia berfokus pada implementasi ide-ide yang telah dibahas sebelumnya. Ia mengingatkan bahwa gagasan tanpa tindakan nyata tidak akan membawa perubahan.

Baca Juga :  OJK Selesaikan 156 Perkara Tindak Pidana Keuangan, 132 Sudah Inkracht

“Kita tidak akan berguna jika tidak bisa mengimplementasikannya dengan baik,” ucapnya.

Ia menekankan komitmennya untuk tidak hanya menjadikan UPR unggul secara kelembagaan, tetapi juga mencetak mahasiswa yang memiliki daya saing global. Orasinya ditutup dengan seruan semangat yang membakar antusiasme peserta.

Melalui mimbar kritis ini, Aliansi Mahasiswa UPR pun berharap pimpinan yang terpilih nantinya tidak sekadar mengumbar janji, tetapi mampu merealisasikan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan dan kemajuan mahasiswa, serta menjadikan UPR sebagai institusi pendidikan yang lebih transparan dan berkualitas. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menjelang pemilihan pimpinan baru, Aliansi Mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) mengadakan acara bedah gagasan dan mimbar kritis calon rektor UPR di Aula Palangka, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meminta komitmen langsung dari para calon rektor terhadap perbaikan sistem kampus dan keberpihakan pada mahasiswa.

Acara ini menghadirkan tiga calon rektor yang masing-masing menyampaikan visi dan komitmennya secara terbuka di hadapan mahasiswa.

Electronic money exchangers listing

Calon rektor nomor urut satu, Dr. Thea Farina dari Fakultas Hukum UPR, menutup statmentnya dengan menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pihak rektorat dan mahasiswa.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya mengajak adik-adik sekalian berkolaborasi bersama untuk menjadikan universitas yang unggul, maju, inklusif, dan kolaboratif,” ujarnya.

Baca Juga :  Kue Tradisional Banjar Laris Manis di Palangka Raya Saat Ramadan

Ia menyadari bahwa manusia memiliki kekurangan dan kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.  Oleh karena itu, ia menekankan perlunya kebersamaan untuk mencapai kemajuan UPR.

Sementara itu, calon rektor nomor urut dua, Dr. Liswara Neneng dari Fakultas Matematika dan Ilmu Penngetahuan Alam (FMIPA), juga menyampaikan pandangan serupa. Ia menekankan bahwa transformasi universitas hanya bisa dicapai melalui kerja sama.

“Hanya bersama dengan mahasiswa, kita bisa mewujudkan transformasi Universitas Palangka Raya menjadi universitas yang unggul, inovatif, dan berdampak,”paparnya.

Ia percaya bahwa mahasiswa memiliki peran sentral dalam mendorong kemajuan institusi.

Lebih lanjut, calon rektor nomor urut tiga, Prof. Bhayu Rhama, menutup sesi mimbar bebas menyampaikan pidato dengan nada yang lebih tegas. Ia berfokus pada implementasi ide-ide yang telah dibahas sebelumnya. Ia mengingatkan bahwa gagasan tanpa tindakan nyata tidak akan membawa perubahan.

Baca Juga :  OJK Selesaikan 156 Perkara Tindak Pidana Keuangan, 132 Sudah Inkracht

“Kita tidak akan berguna jika tidak bisa mengimplementasikannya dengan baik,” ucapnya.

Ia menekankan komitmennya untuk tidak hanya menjadikan UPR unggul secara kelembagaan, tetapi juga mencetak mahasiswa yang memiliki daya saing global. Orasinya ditutup dengan seruan semangat yang membakar antusiasme peserta.

Melalui mimbar kritis ini, Aliansi Mahasiswa UPR pun berharap pimpinan yang terpilih nantinya tidak sekadar mengumbar janji, tetapi mampu merealisasikan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan dan kemajuan mahasiswa, serta menjadikan UPR sebagai institusi pendidikan yang lebih transparan dan berkualitas. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru