Pasca-Kebakaran, Kemenhub Audit Operator KMP Mutiara Sentosa II

PROKALTENG.CO-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak merespons insiden terbakarnya KMP Mutiara Sentosa II di perairan Masalembu. Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, pemerintah resmi memanggil dan menyurati pihak operator, PT Atosim Lampung Pelayaran, guna mengaudit penerapan sistem manajemen keselamatan armada secara menyeluruh.

Langkah ini diambil guna mengevaluasi total aspek keselamatan pelayaran demi mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menegaskan, audit ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan pemerintah.

“Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah pengawasan dan mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari,” ujar Masyhud dalam keterangan resminya, Rabu (5/8).

Update Evakuasi Korban dan Operasi SAR

Proses evakuasi para penumpang terus dilakukan oleh tim gabungan. Sebanyak 62 korban dievakuasi dari Masalembu menuju Surabaya menggunakan KN Masalembo pada Selasa (4/8).

Baca Juga :  Kuota Seleksi PPPK 100 Persen untuk Tenaga Honorer

Hingga saat ini, total korban yang dievakuasi mencapai 238 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 233 orang dilaporkan selamat, sementara 5 orang dinyatakan meninggal dunia.

Electronic money exchangers listing

Masyhud turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh unsur SAR yang bekerja terpadu dalam penyelamatan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, KSOP, operator pelayaran, hingga potensi masyarakat. Sejumlah armada seperti KRI Nala 363, KN SAR Permadi, KN Grantin P. 211, belasan kapal komersial/tugboat, hingga perahu nelayan setempat bahu-membahu dalam aksi penyelamatan ini.

Meskipun Basarnas telah mengalihkan operasi SAR khusus menjadi operasi rutin kesiapsiagaan di bawah kendali Kantor SAR Surabaya, Kemenhub memastikan penanganan korban dan proses investigasi terus berjalan penuh.

KNKT Turun Tangan, Budaya Keselamatan Jadi Sorotan
Untuk menguskap tabir penyebab pasti kebakaran hebat tersebut, Kemenhub menyatakan dukungan penuhnya terhadap proses investigasi mendalam yang dipimpin oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Baca Juga :  Kalteng Usulkan Pembangunan Dua Titik Jembatan Timbang Baru ke Kemenhub

“Untuk mengetahui penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Kemenhub mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” kata Masyhud.

Lebih jauh, Masyhud menyoroti pentingnya membangun budaya keselamatan pelayaran secara kolektif. Ia mengingatkan operator kapal untuk disiplin memperketat prosedur pemuatan penumpang, kendaraan, dan barang, terutama memastikan tidak ada barang berbahaya (dangerous goods) yang diangkut tanpa pemeriksaan resmi.

Di sisi lain, kesadaran pengguna jasa juga menjadi faktor krusial. Masyarakat diimbau untuk selalu jujur memberikan informasi barang bawaan demi keselamatan bersama selama pelayaran.

“Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap seluruh prosedur keselamatan baik oleh operator maupun masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut, menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut,” imbuhnya.(jpg)

PROKALTENG.CO-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak merespons insiden terbakarnya KMP Mutiara Sentosa II di perairan Masalembu. Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, pemerintah resmi memanggil dan menyurati pihak operator, PT Atosim Lampung Pelayaran, guna mengaudit penerapan sistem manajemen keselamatan armada secara menyeluruh.

Langkah ini diambil guna mengevaluasi total aspek keselamatan pelayaran demi mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menegaskan, audit ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan pemerintah.

Electronic money exchangers listing

“Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah pengawasan dan mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari,” ujar Masyhud dalam keterangan resminya, Rabu (5/8).

Update Evakuasi Korban dan Operasi SAR

Proses evakuasi para penumpang terus dilakukan oleh tim gabungan. Sebanyak 62 korban dievakuasi dari Masalembu menuju Surabaya menggunakan KN Masalembo pada Selasa (4/8).

Baca Juga :  Kuota Seleksi PPPK 100 Persen untuk Tenaga Honorer

Hingga saat ini, total korban yang dievakuasi mencapai 238 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 233 orang dilaporkan selamat, sementara 5 orang dinyatakan meninggal dunia.

Masyhud turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh unsur SAR yang bekerja terpadu dalam penyelamatan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, KSOP, operator pelayaran, hingga potensi masyarakat. Sejumlah armada seperti KRI Nala 363, KN SAR Permadi, KN Grantin P. 211, belasan kapal komersial/tugboat, hingga perahu nelayan setempat bahu-membahu dalam aksi penyelamatan ini.

Meskipun Basarnas telah mengalihkan operasi SAR khusus menjadi operasi rutin kesiapsiagaan di bawah kendali Kantor SAR Surabaya, Kemenhub memastikan penanganan korban dan proses investigasi terus berjalan penuh.

KNKT Turun Tangan, Budaya Keselamatan Jadi Sorotan
Untuk menguskap tabir penyebab pasti kebakaran hebat tersebut, Kemenhub menyatakan dukungan penuhnya terhadap proses investigasi mendalam yang dipimpin oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Baca Juga :  Kalteng Usulkan Pembangunan Dua Titik Jembatan Timbang Baru ke Kemenhub

“Untuk mengetahui penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Kemenhub mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” kata Masyhud.

Lebih jauh, Masyhud menyoroti pentingnya membangun budaya keselamatan pelayaran secara kolektif. Ia mengingatkan operator kapal untuk disiplin memperketat prosedur pemuatan penumpang, kendaraan, dan barang, terutama memastikan tidak ada barang berbahaya (dangerous goods) yang diangkut tanpa pemeriksaan resmi.

Di sisi lain, kesadaran pengguna jasa juga menjadi faktor krusial. Masyarakat diimbau untuk selalu jujur memberikan informasi barang bawaan demi keselamatan bersama selama pelayaran.

“Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap seluruh prosedur keselamatan baik oleh operator maupun masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut, menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut,” imbuhnya.(jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru