BARITO KUALA, PROKALTENG.CO – Menjelang Idulfitri, PLN UPT Banjarbaru menyalurkan bantuan pendidikan ke MTs Zainul Aziz di Desa Tinggiran dengan cara tak biasa.
Rombongan bersama Srikandi PLN dan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN harus menyusuri Sungai Barito menggunakan kelotok, Senin (16/3), demi menjangkau sekolah di tepian sungai tersebut.
Perjalanan lewat jalur sungai ini bukan tanpa alasan. Akses ke lokasi hanya bisa ditempuh menggunakan perahu, sekaligus menjadi bagian dari misi PLN menghadirkan kebahagiaan Idulfitri melalui bantuan sarana pendidikan bagi para siswa di daerah terpencil.
Deru mesin kelotok memecah keheningan pagi. Di atas perahu kayu khas Kalimantan Selatan itu, rombongan membawa berbagai paket bantuan.
Meski pengangkutan sarana prasarana sekolah cukup menantang dan butuh kehati-hatian ekstra, semangat berbagi tak surut.
Perwakilan Srikandi PLN UPT Banjarbaru, Lilia Oktavia, menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemberdayaan masyarakat, terutama di sektor pendidikan.
“Pendidikan itu kunci perubahan. Di bulan penuh berkah ini, kami ingin kebahagiaan Idulfitri juga dirasakan adik-adik di sini lewat fasilitas belajar yang lebih baik,” ujarnya.
MTs Zainul Aziz dipilih karena lokasinya berdampingan dengan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV jalur Trisakti–Seberang Barito. Keberadaan sekolah ini dinilai punya peran penting dalam menjaga infrastruktur kelistrikan.
Manager PLN UPT Banjarbaru, Bayu Putra Andrianto, menyampaikan bantuan ini sekaligus bentuk apresiasi kepada masyarakat sekitar.
“Ini wujud terima kasih kami. Dukungan warga dalam menjaga infrastruktur kelistrikan sangat penting agar pasokan listrik tetap andal, apalagi saat Idulfitri,” katanya.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menambahkan bahwa PLN ingin terus hadir di tengah masyarakat, tak hanya lewat layanan listrik.
“Kami ingin bantuan ini bukan sekadar menambah kebahagiaan Lebaran, tapi juga mendorong generasi muda terus berkembang,” ucapnya.
Kepala MTs Zainul Aziz, Syarifudin, menyambut hangat kedatangan rombongan. Ia mengaku sekolahnya selama ini merasa dekat dengan PLN karena berdampingan langsung dengan tower SUTT.
“Kami sudah seperti bagian dari keluarga PLN. Kami juga berkomitmen menjaga lingkungan sekitar tower tetap aman. Terima kasih, PLN bukan hanya memberi terang listrik, tapi juga terang pendidikan bagi desa kami,” ungkapnya.
Perjalanan menyusuri Sungai Barito ini jadi bukti, terang tak hanya soal listrik. Di pelosok desa, kepedulian yang datang membawa bantuan pendidikan juga menghadirkan cahaya harapan bagi masa depan. (tim)


