PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong penguatan sinergi lintas sektor dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain itu, anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp70 miliar yang telah disiapkan Pemprov Kalteng diminta segera dioptimalkan untuk mendukung penanganan sejak dini agar kebakaran tidak semakin meluas.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran, mengatakan keberadaan anggaran BTT memang diperuntukkan bagi kondisi darurat, termasuk bencana kebakaran hutan dan lahan yang setiap tahun menjadi ancaman di Kalimantan Tengah.
“Pastinya bisa ya, untuk BTT kalau tidak salah tahun ini ada anggaran sekitar Rp70 miliar. Pasti bisa digunakan, karena ini kan bencana alam juga termasuknya, dan persiapan ke sana pasti sudah dipersiapkan dari pihak-pihak yang berwenang,” ujarnya, baru-baru ini.
Menurut Ketua Fraksi PAN DPRD Kalteng, anggaran tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung seluruh kebutuhan penanganan di lapangan.
Tidak hanya untuk operasi pemadaman api, tetapi juga penyediaan logistik bagi petugas, dukungan operasional, perlengkapan pemadaman, hingga penanganan dampak kabut asap terhadap masyarakat.
Ketua DPW PAN Kalteng ini menilai, kecepatan dalam penggunaan anggaran menjadi faktor penting agar setiap titik api yang mulai bermunculan dapat segera dikendalikan sebelum berkembang menjadi kebakaran dalam skala yang lebih besar.
Keterlambatan penanganan hanya akan memperluas area terdampak dan meningkatkan biaya penanggulangan.
Tomy mengaku cukup terkejut dengan perubahan kondisi kualitas udara yang terjadi dalam waktu singkat.
Menurutnya, kabut asap yang sebelumnya belum terlihat signifikan mendadak menjadi pekat akibat meningkatnya aktivitas kebakaran di sejumlah kawasan.


