Restoran Dasu Grill Terbakar, Diduga Api Berasal dari Lahan Gambut

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Restoran Dasu Grill di Jalan Yos Soedarso Induk, Kota Palangka Raya, terbakar pada Jumat (28/8/2026). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB tersebut bermula dari lahan kosong bervegetasi gambut dan ilalang di bagian belakang restoran, sebelum api yang tertiup angin kencang menyambar bagian atap hingga menyebabkan kebakaran hebat.

Pemilik usaha, Aruh Hanye Kamandanu, menjelaskan, peristiwa bermula setelah karyawannya menghubungi dirinya dan memberitahukan adanya kebakaran di belakang restoran. Ia bersama karyawan sempat berupaya memadamkan api selama kurang lebih setengah jam menggunakan selang air dari atas tembok pembatas.

Namun, upaya tersebut tidak mampu menghentikan kobaran api. Angin kencang membuat api terbang dan menyambar bagian atap restoran.

“Awalnya karyawan saya telepon sekitar jam 12 lewat, katanya ada kebakaran di belakang. Kami sempat berusaha memadamkan api dari atas tembok pakai selang biar enggak nyebrang, tapi anginnya luar biasa kencang sampai apinya terbang ke atap kita,” ujarnya saat diwawancarai awak media di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Berpotensi Tumbang, 30 Pohon Akhirnya Ditebang

Menurutnya, terdapat saksi di lokasi belakang yang melihat langsung keberadaan oknum yang diduga sengaja membakar lahan kosong tersebut sebelum akhirnya melarikan diri. Informasi tersebut saat ini dikabarkan berada dalam proses investigasi oleh pihak berwenang.

“Tadi ada saksi mata yang melihat seseorang membakar, tapi sudah langsung pergi. Infonya begitu pak,” bebernya.

Merespons dugaan unsur kesengajaan tersebut, Aruh berharap aparat kepolisian dapat bertindak cepat dan tegas untuk menangani kasus tersebut.

Electronic money exchangers listing

“Kalau bisa ya ditindak seketat-ketatnya, dicari tahu dulu kebenarannya. Saya tidak menuduh, tapi kalau misalkan ini memang benar, dampaknya ke orang lain itu terasa banget. Kita tidak tahu apa-apa, tiba-tiba imbasnya rumah makan saya terbakar,” tegas Aruh.

Kebakaran tersebut tidak hanya meratakan bangunan rumah makan, tetapi juga merembet ke sejumlah area di bagian belakang, seperti dapur serta area kosong belakang klinik.

Baca Juga :  Rumah Kayu di Jalan Bukit Keminting Hangus Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Seluruh karyawan berfokus menyelamatkan diri sekaligus mengamankan barang-barang yang masih dapat diselamatkan.

Meski demikian, kerugian material yang ditanggung Aruh diperkirakan mencapai Rp200 juta hingga Rp300 juta. Hampir seluruh peralatan restoran, termasuk 8 hingga 10 unit freezer, hangus dilalap api. Hanya dua unit freezer yang berhasil diselamatkan.

“Untuk kerugian itu pasti mas, kurang lebih ya 200 – 300 juta. Termasuk tas dan ponsel saya juga ketinggalan di dalam saat berusaha memadamkan api,” ujarnya.

Menyikapi maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Aruh mengimbau masyarakat meningkatkan kesadaran dan tidak memanfaatkan momen kemarau sebagai kesempatan membersihkan lahan dengan cara instan atau “aji mumpung”.

“Harapan saya ya mungkin untuk masyarakat kita lebih menjaga keadaan lokasi di sekitar kita, apalagi kebanyakan lahan di sekitar gambut,” ungkapnya. (mg1)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Restoran Dasu Grill di Jalan Yos Soedarso Induk, Kota Palangka Raya, terbakar pada Jumat (28/8/2026). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB tersebut bermula dari lahan kosong bervegetasi gambut dan ilalang di bagian belakang restoran, sebelum api yang tertiup angin kencang menyambar bagian atap hingga menyebabkan kebakaran hebat.

Pemilik usaha, Aruh Hanye Kamandanu, menjelaskan, peristiwa bermula setelah karyawannya menghubungi dirinya dan memberitahukan adanya kebakaran di belakang restoran. Ia bersama karyawan sempat berupaya memadamkan api selama kurang lebih setengah jam menggunakan selang air dari atas tembok pembatas.

Namun, upaya tersebut tidak mampu menghentikan kobaran api. Angin kencang membuat api terbang dan menyambar bagian atap restoran.

Electronic money exchangers listing

“Awalnya karyawan saya telepon sekitar jam 12 lewat, katanya ada kebakaran di belakang. Kami sempat berusaha memadamkan api dari atas tembok pakai selang biar enggak nyebrang, tapi anginnya luar biasa kencang sampai apinya terbang ke atap kita,” ujarnya saat diwawancarai awak media di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Berpotensi Tumbang, 30 Pohon Akhirnya Ditebang

Menurutnya, terdapat saksi di lokasi belakang yang melihat langsung keberadaan oknum yang diduga sengaja membakar lahan kosong tersebut sebelum akhirnya melarikan diri. Informasi tersebut saat ini dikabarkan berada dalam proses investigasi oleh pihak berwenang.

“Tadi ada saksi mata yang melihat seseorang membakar, tapi sudah langsung pergi. Infonya begitu pak,” bebernya.

Merespons dugaan unsur kesengajaan tersebut, Aruh berharap aparat kepolisian dapat bertindak cepat dan tegas untuk menangani kasus tersebut.

“Kalau bisa ya ditindak seketat-ketatnya, dicari tahu dulu kebenarannya. Saya tidak menuduh, tapi kalau misalkan ini memang benar, dampaknya ke orang lain itu terasa banget. Kita tidak tahu apa-apa, tiba-tiba imbasnya rumah makan saya terbakar,” tegas Aruh.

Kebakaran tersebut tidak hanya meratakan bangunan rumah makan, tetapi juga merembet ke sejumlah area di bagian belakang, seperti dapur serta area kosong belakang klinik.

Baca Juga :  Rumah Kayu di Jalan Bukit Keminting Hangus Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Seluruh karyawan berfokus menyelamatkan diri sekaligus mengamankan barang-barang yang masih dapat diselamatkan.

Meski demikian, kerugian material yang ditanggung Aruh diperkirakan mencapai Rp200 juta hingga Rp300 juta. Hampir seluruh peralatan restoran, termasuk 8 hingga 10 unit freezer, hangus dilalap api. Hanya dua unit freezer yang berhasil diselamatkan.

“Untuk kerugian itu pasti mas, kurang lebih ya 200 – 300 juta. Termasuk tas dan ponsel saya juga ketinggalan di dalam saat berusaha memadamkan api,” ujarnya.

Menyikapi maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Aruh mengimbau masyarakat meningkatkan kesadaran dan tidak memanfaatkan momen kemarau sebagai kesempatan membersihkan lahan dengan cara instan atau “aji mumpung”.

“Harapan saya ya mungkin untuk masyarakat kita lebih menjaga keadaan lokasi di sekitar kita, apalagi kebanyakan lahan di sekitar gambut,” ungkapnya. (mg1)

Terpopuler

Artikel Terbaru