NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalap kawasan Bukit Nolungan, Kecamatan Bulik Timur, Kabupaten Lamandau, sejak Jumat (28/8). Hingga Sabtu (29/8), luas area yang terbakar diperkirakan telah melampaui 20 hektare dan api masih terus meluas.
Kawasan bukit yang terisolasi dan jarang terambah warga tersebut kini mengalami kerusakan parah akibat kebakaran. Peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh ulah oknum warga yang tidak bertanggung jawab.
Camat Bulik Timur, Nozul, mengatakan bahwa hingga Sabtu siang lokasi kebakaran masih dipenuhi asap pekat dan kobaran api terus merembet.
“Iya, masih berasap posisinya sekarang. Adapun luasannya kemungkinan sudah lebih dari 20 hektare. Kita kewalahan karena lokasi bukit berbatu terjal, sementara upaya penanganan masih dilakukan pihak desa bersama perusahaan terdekat,” ujar Nozul saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Sabtu (29/8).
Ia menambahkan, kondisi di lapangan semakin memprihatinkan karena api mulai menjalar ke area produktif masyarakat.
“Bahkan merembet menyeberang ke kebun pribadi warga,” tuturnya.
Upaya pemadaman dari jalur darat mengalami kendala berat. Tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, dan Polri kesulitan menjangkau titik api utama. Selain medan Bukit Nolungan yang ekstrem, fokus petugas terpecah karena pada saat bersamaan muncul beberapa titik karhutla lain di sekitar Kota Nanga Bulik.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meluasnya sebaran karhutla di wilayahnya. Bupati menegaskan, medan Bukit Nolungan membutuhkan intervensi pemadaman udara.
“Kondisi kebakaran kembali terjadi di Bukit Nolungan yang memang tidak bisa kita jangkau melalui jalur darat. Penanganannya harus memobilisasi dan mengandalkan helikopter water bombing,” tegas Bupati Rizky.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan bersama masyarakat setempat masih berupaya menahan pergerakan api agar tidak semakin meluas ke pemukiman dan perkebunan warga lainnya. (bib)


