PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Aksi demonstrasi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) di depan kantor PLN UP3 Palangka Raya memanas, Rabu (29/7/2026).
Massa menyegel gerbang kantor dengan spanduk bertuliskan “KANTOR INI DISEGEL MASYARAKAT” setelah tuntutan mereka untuk bertemu pimpinan PLN tak kunjung dipenuhi, disertai aksi kembali menumpahkan bangkai ayam sebagai simbol protes atas kerugian akibat pemadaman listrik bergilir.
Meskipun polisi masih berjaga ketat di depan gerbang, penyegelan ini menunjukkan tekad massa yang tidak akan mundur sebelum tuntutan mereka didengar.
Peternak ayam, Satrio yang merugi akibat pemadaman listrik berkepanjangan, kembali menyuarakan kekecewaannya dengan lantang dari atas mobil pikap yang dipenuhi bangkai ayam.
“Ini kerugian! Ribuan ayam saya mati! Ini nyata!” teriak Satrio dengan nada marah, didampingi beberapa demonstran lain.
Ia berulang kali meneriakkan tuntutannya agar pihak PLN bertanggung jawab penuh atas kerugian yang dialaminya
“Apa tanggung jawabnya, ini kerugian,” tambahnya, mengulangi tuntutan ganti rugi yang belum mendapatkan respons konkret.
Dari pantauan awak media di lapangan, sebagai bentuk protes yang lebih nyata, massa kemudian kembali menumpahkan tumpukan bangkai ayam dari atas pikap di trotoar depan kantor PLN yang sudah tersegel.
Beberapa demonstran bahkan terlihat mengambil bangkai ayam dan meletakkannya tepat di depan gerbang yang tersegel, sebagai simbol protes atas kerugian yang mereka derita. Bau busuk dari bangkai ayam mulai tercium, menambah ketegangan di lokasi.
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Aksi demonstrasi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) di depan kantor PLN UP3 Palangka Raya memanas, Rabu (29/7/2026).
Massa menyegel gerbang kantor dengan spanduk bertuliskan “KANTOR INI DISEGEL MASYARAKAT” setelah tuntutan mereka untuk bertemu pimpinan PLN tak kunjung dipenuhi, disertai aksi kembali menumpahkan bangkai ayam sebagai simbol protes atas kerugian akibat pemadaman listrik bergilir.
Meskipun polisi masih berjaga ketat di depan gerbang, penyegelan ini menunjukkan tekad massa yang tidak akan mundur sebelum tuntutan mereka didengar.
Peternak ayam, Satrio yang merugi akibat pemadaman listrik berkepanjangan, kembali menyuarakan kekecewaannya dengan lantang dari atas mobil pikap yang dipenuhi bangkai ayam.
“Ini kerugian! Ribuan ayam saya mati! Ini nyata!” teriak Satrio dengan nada marah, didampingi beberapa demonstran lain.
Ia berulang kali meneriakkan tuntutannya agar pihak PLN bertanggung jawab penuh atas kerugian yang dialaminya
“Apa tanggung jawabnya, ini kerugian,” tambahnya, mengulangi tuntutan ganti rugi yang belum mendapatkan respons konkret.
Dari pantauan awak media di lapangan, sebagai bentuk protes yang lebih nyata, massa kemudian kembali menumpahkan tumpukan bangkai ayam dari atas pikap di trotoar depan kantor PLN yang sudah tersegel.
Beberapa demonstran bahkan terlihat mengambil bangkai ayam dan meletakkannya tepat di depan gerbang yang tersegel, sebagai simbol protes atas kerugian yang mereka derita. Bau busuk dari bangkai ayam mulai tercium, menambah ketegangan di lokasi.