NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kebakaran lahan kembali mengancam warga di Kabupaten Lamandau.
Sekitar 20 hektar lahan di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sore dan merambat hingga ke kebun milik masyarakat.
Pantauan dilapangan musibah ini hangus membakar lahan dengan perkiraan luas mencapai kurang lebih 20 hektar, memicu kekhawatiran warga sekitar akan potensi sebaran api yang kian meluas.
Guna menanggulangi kobaran api, puluhan personel dari tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
Pasukan yang diterjunkan terdiri dari personel BPBD, Damkar, Polsek Bulik, Polres Lamandau, hingga unsur TNI dari Kodim 1017/Lmd yang bahu-membahu menembus asap tebal.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, menuturkan bahwa kencangnya tiupan angin dan vegetasi semak kering membuat api sangat cepat membesar.
“Saat ini petugas di lapangan terpaksa harus bekerja ekstra keras dan membagi tim ke beberapa titik kritis demi melokalisir pergerakan si jago merah agar tidak meluas ke permukiman warga,” ujar Hendikel.
Sektor kebun warga yang terdampak menjadi fokus utama pembasahan mengingat material kayu kering dan dedaunan mati di area tersebut sangat mudah terbakar.
Kendala ketersediaan sumber air di dekat titik api juga sempat menjadi hambatan tersendiri bagi armada damkar yang beroperasi di lokasi.
Sementara itu, Kapolsek Bulik, AKP Karno, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini fokus mengamankan area sekitar serta membantu kelancaran akses mobilitas armada pemadam.
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kebakaran lahan kembali mengancam warga di Kabupaten Lamandau.
Sekitar 20 hektar lahan di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sore dan merambat hingga ke kebun milik masyarakat.
Pantauan dilapangan musibah ini hangus membakar lahan dengan perkiraan luas mencapai kurang lebih 20 hektar, memicu kekhawatiran warga sekitar akan potensi sebaran api yang kian meluas.
Guna menanggulangi kobaran api, puluhan personel dari tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
Pasukan yang diterjunkan terdiri dari personel BPBD, Damkar, Polsek Bulik, Polres Lamandau, hingga unsur TNI dari Kodim 1017/Lmd yang bahu-membahu menembus asap tebal.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, menuturkan bahwa kencangnya tiupan angin dan vegetasi semak kering membuat api sangat cepat membesar.
“Saat ini petugas di lapangan terpaksa harus bekerja ekstra keras dan membagi tim ke beberapa titik kritis demi melokalisir pergerakan si jago merah agar tidak meluas ke permukiman warga,” ujar Hendikel.
Sektor kebun warga yang terdampak menjadi fokus utama pembasahan mengingat material kayu kering dan dedaunan mati di area tersebut sangat mudah terbakar.
Kendala ketersediaan sumber air di dekat titik api juga sempat menjadi hambatan tersendiri bagi armada damkar yang beroperasi di lokasi.
Sementara itu, Kapolsek Bulik, AKP Karno, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini fokus mengamankan area sekitar serta membantu kelancaran akses mobilitas armada pemadam.