“Armada pemadam ini sulit menjangkau kedalaman hutan dan juga gambut. Kita meminta pemerintah dalam memberikan bantuan harus pertimbangan kondisi lapangan,” tukasnya.
Kabut asap makin pekat dan menyelimuti pemukiman warga serta mengancam kesehatan masyarakat di berbagai wilayah Kalteng.
Kebakaran di atas tanah gambut yang dalam membutuhkan penanganan helikopter bom air (water bombing) serta modifikasi cuaca secara berkelanjutan, bukan sekadar pengiriman mobil pemadam di wilayah perkotaan.
“GP Ansor Kalteng menuntut pemerintah pusat segera mengalokasikan anggaran darurat bencana secara proporsional demi menyelamatkan paru-paru dunia di Kalteng. Negara wajib hadir secara utuh melalui aksi nyata yang terukur, bukan sekadar menghabiskan anggaran negara demi program operasional yang tidak membuahkan hasil di lapangan,” pungkasnya.(hfz)
“Armada pemadam ini sulit menjangkau kedalaman hutan dan juga gambut. Kita meminta pemerintah dalam memberikan bantuan harus pertimbangan kondisi lapangan,” tukasnya.
Kabut asap makin pekat dan menyelimuti pemukiman warga serta mengancam kesehatan masyarakat di berbagai wilayah Kalteng.
Kebakaran di atas tanah gambut yang dalam membutuhkan penanganan helikopter bom air (water bombing) serta modifikasi cuaca secara berkelanjutan, bukan sekadar pengiriman mobil pemadam di wilayah perkotaan.
“GP Ansor Kalteng menuntut pemerintah pusat segera mengalokasikan anggaran darurat bencana secara proporsional demi menyelamatkan paru-paru dunia di Kalteng. Negara wajib hadir secara utuh melalui aksi nyata yang terukur, bukan sekadar menghabiskan anggaran negara demi program operasional yang tidak membuahkan hasil di lapangan,” pungkasnya.(hfz)