PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat suntikan tenaga dari udara.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara khusus telah menyewa satu unit helikopter water bombing asal Rusia untuk diperbantukan memadamkan api di wilayah Kalteng.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menyampaikan bahwa kepastian mengenai tambahan armada udara tersebut ia dapatkan langsung dari Kepala BNPB, saat rapat koordinasi penanganan bencana karhutla di Palangka Raya.
“Helikopter water bombing asal Rusia ini disewa oleh BNPB diperbantukan untuk menanggulangi Karhutla di Kalteng. Hari ini harusnya ada, coba kami cek dulu,” kata Agustiar di Istana Isen Mulang, Rujab Gubernur Kalteng, Rabu (16/9/2026).
Gubernur berharap helikopter pembom air tersebut dapat segera beroperasi melakukan pemadaman dari udara.
Saat disinggung mengenai adanya armada bantuan dari Jepang, Agustiar mengaku belum mengetahui rincian apakah Kalteng juga dialokasikan unit tersebut. Menurutnya, bantuan dari Jepang saat ini memang diprioritaskan untuk Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang kondisinya lebih parah.
Gubernur bersyukur karena tingkat kerawanan karhutla di wilayahnya tahun ini turun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan luas wilayah terdampak, Kalteng kini berada di urutan ke-17 atau 18 secara nasional.
“Kalau kita masih diurutan sembilan. Alhamdulillah (turun), ya kalau bisa jangan sampai ada kebakaran kan begitu,” harapnya.
Sebagai informasi tambahan, data dari BPBD Kalteng mencatat ada lebih dari 12 ribu kejadian.
Namun, jika merujuk pada pemantauan citra lanskap dari Kementerian Kehutanan, luas lahan yang terbakar di Kalteng mencapai lebih dari 15 ribu hektare.
Sebagian besar area yang terbakar tersebut bukanlah lahan kritis. “Itu pun kebakaran di semak belukar. Ada di daerah mineral, tapi sedikit sekali,” pungkasnya. (her)


