NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Nama almarhum H. Bachrun Djendjeng, kakek buyut dari Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra, resmi diabadikan sebagai nama jalan di Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik, Rabu (23/9/2026).
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas penghormatan yang diberikan oleh warga dan Pemerintah Desa Batu Kotam kepada pihak keluarganya.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Batu Kotam atas penghormatan yang begitu berarti kepada kakek buyut kami, H. Bachrun Djendjeng,” ungkap Rizky kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).
Bagi keluarga besar, peresmian nama jalan ini memiliki makna historis yang sangat mendalam dan menjadi bentuk perawat memori kolektif atas jasa para pendahulu.
“Bagi keluarga kami, ini bukan sekadar sebuah nama jalan saja, tetapi menjadi bagian dari sejarah, kenangan, dan penghormatan atas jejak pengabdian beliau,” terangnya.
Ia pun berharap, pengabadian nama tersebut dapat terus mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, akan nilai-nilai perjuangan dan keteladanan yang telah diwariskan oleh tokoh-tokoh terdahulu.
“Semoga apa yang telah beliau wariskan, baik dalam nilai, perjuangan maupun keteladanan, dapat terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” pungkasnya. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Nama almarhum H. Bachrun Djendjeng, kakek buyut dari Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra, resmi diabadikan sebagai nama jalan di Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik, Rabu (23/9/2026).
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas penghormatan yang diberikan oleh warga dan Pemerintah Desa Batu Kotam kepada pihak keluarganya.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Batu Kotam atas penghormatan yang begitu berarti kepada kakek buyut kami, H. Bachrun Djendjeng,” ungkap Rizky kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).
Bagi keluarga besar, peresmian nama jalan ini memiliki makna historis yang sangat mendalam dan menjadi bentuk perawat memori kolektif atas jasa para pendahulu.
“Bagi keluarga kami, ini bukan sekadar sebuah nama jalan saja, tetapi menjadi bagian dari sejarah, kenangan, dan penghormatan atas jejak pengabdian beliau,” terangnya.
Ia pun berharap, pengabadian nama tersebut dapat terus mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, akan nilai-nilai perjuangan dan keteladanan yang telah diwariskan oleh tokoh-tokoh terdahulu.
“Semoga apa yang telah beliau wariskan, baik dalam nilai, perjuangan maupun keteladanan, dapat terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” pungkasnya. (bib)