NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kondisi kualitas udara di wilayah Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, terpantau masih diselimuti kabut asap pekat pada Rabu (23/9/2026).
Fenomena asap yang membendung pandangan dan menurunkan kesegaran udara ini membuat sebagian besar warga terpaksa beradaptasi saat beraktivitas di luar rumah.
Guna mengantisipasi dampak buruk paparan asap terhadap kesehatan, warga yang berlalu-lalang di kawasan pusat kota tampak mulai sadar memproteksi diri.
Penggunaan masker medis maupun kain kembali menjadi pemandangan umum di area pasar, jalan protokol, hingga pusat pertokoan daerah setempat.
Peningkatan kebiasaan memakai masker tersebut dilakukan masyarakat sebagai langkah mandiri demi terhindar dari penyakit pernapasan.
Kualitas udara yang kian memburuk memicu kekhawatiran tersendiri bagi warga yang berkegiatan di ruang terbuka sejak pagi hari.
Salah satu warga Nanga Bulik, Ria, menuturkan bahwa kondisi kabut asap dalam beberapa hari terakhir terasa semakin mengganggu pernapasan.
Ia mengeluhkan aroma sangit yang menyengat serta rasa perih di mata saat berkendara.
“Kabut asapnya lumayan terasa pekat, apalagi kalau pagi dan sore hari. Makanya saya sengaja selalu pakai masker tiap keluar rumah biar tidak gampang batuk atau sesak napas,” ujar Ria saat ditemui di sela aktivitasnya.
Ria menambahkan, langkah pencegahan dengan memakai masker ini dianjurkan kepada seluruh anggota keluarganya demi menjaga stamina tubuh.
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kondisi kualitas udara di wilayah Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, terpantau masih diselimuti kabut asap pekat pada Rabu (23/9/2026).
Fenomena asap yang membendung pandangan dan menurunkan kesegaran udara ini membuat sebagian besar warga terpaksa beradaptasi saat beraktivitas di luar rumah.
Guna mengantisipasi dampak buruk paparan asap terhadap kesehatan, warga yang berlalu-lalang di kawasan pusat kota tampak mulai sadar memproteksi diri.
Penggunaan masker medis maupun kain kembali menjadi pemandangan umum di area pasar, jalan protokol, hingga pusat pertokoan daerah setempat.
Peningkatan kebiasaan memakai masker tersebut dilakukan masyarakat sebagai langkah mandiri demi terhindar dari penyakit pernapasan.
Kualitas udara yang kian memburuk memicu kekhawatiran tersendiri bagi warga yang berkegiatan di ruang terbuka sejak pagi hari.
Salah satu warga Nanga Bulik, Ria, menuturkan bahwa kondisi kabut asap dalam beberapa hari terakhir terasa semakin mengganggu pernapasan.
Ia mengeluhkan aroma sangit yang menyengat serta rasa perih di mata saat berkendara.
“Kabut asapnya lumayan terasa pekat, apalagi kalau pagi dan sore hari. Makanya saya sengaja selalu pakai masker tiap keluar rumah biar tidak gampang batuk atau sesak napas,” ujar Ria saat ditemui di sela aktivitasnya.
Ria menambahkan, langkah pencegahan dengan memakai masker ini dianjurkan kepada seluruh anggota keluarganya demi menjaga stamina tubuh.