PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan kompleks pemakaman Kristen di Jalan Tjilik Riwut Km 12, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Minggu (13/9/2026) malam.
Kebakaran tersebut menjadi perhatian lantaran lokasi api berada di kawasan kompleks pemakaman. Namun, hingga penanganan sementara dihentikan, belum ada makam yang terpantau terkena dampak langsung kobaran api.
Manager Pusdalops BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet, mengatakan tim gabungan mulai melakukan pemadaman di lokasi sejak pukul 20.31 WIB.
“Mulai pemadaman pukul 20.31 WIB,” kata Balap saat dikonfirmasi, Senin (14/9).
Dia mengatakan, pemadaman melibatkan TRC BPBD Kota Palangka Raya, BPBPK Provinsi Kalteng, TNI AD dan PKCM. Penanganan berlangsung hingga Senin dini hari dan pemadaman sementara dihentikan pada pukul 00.17 WIB.
“Pemadaman selesai sementara pukul 00.17 WIB,” ujarnya.
Balap menyebut, dalam penanganan tersebut petugas mengerahkan satu unit mobil Hilux, satu unit tangki BPBD, dua unit mesin pompa, tiga nozzle dan 12 roll selang.
Sementara untuk kebutuhan air, petugas memanfaatkan mobil tangki BPBD, tangki BPBPK Provinsi Kalteng serta tangki Batalion 830. Jarak sumber air menuju titik api sekitar 80 meter. Kebakaran terjadi pada lahan yang didominasi pakis-pakisan, semak belukar berupa rumput dan serasah, ilalang hingga batang pohon.
“Jenis lahannya pakis-pakisan, semak belukar, rumput, serasah, ilalang dan batang pohon,” jelasnya.
Kondisi lahan yang terbakar juga merupakan tanah gambut. Api terpantau membakar bagian permukaan atas dan bawah lahan. “Jenis tanahnya gambut,” katanya.
Terkait kondisi makam yang berada di sekitar lokasi kebakaran, Balap menyebut pihaknya belum menemukan adanya makam yang terpantau terkena api.
“Belum terpantau,” jawab Balap saat dikonfirmasi apakah terdapat makam yang terkena dampak kebakaran.
Meski demikian, penanganan karhutla di kawasan tersebut belum sepenuhnya tuntas. Tim masih akan melanjutkan pemadaman untuk memastikan titik api benar-benar terkendali. “Belum tuntas, masih ada pemadaman lanjutan,” tegasnya.
Hingga pemadaman sementara dihentikan, tim masih melakukan pemantauan di lokasi. Penanganan lanjutan diperlukan mengingat lahan yang terbakar merupakan tanah gambut yang memungkinkan api masih bertahan di bawah permukaan.
Dengan kondisi tersebut, petugas akan kembali melakukan pemadaman dan memastikan api tidak kembali menjalar ke area sekitar, termasuk kawasan pemakaman. (jef)


