Pencarian Hari Kedua Virgo Transpot 8: Basarnas Kerahkan Tim Bawah Air Hingga Kopaska

PROKALTENG.CO-Operasi pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari kedua, Senin (14/9/2026). Tim SAR kini memperkuat penanganan di sekitar kapal yang masih dalam kondisi terbalik dan terapung dengan posisi telungkup.

Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, kondisi kapal menjadi salah satu fokus dalam operasi hari kedua.

Kekuatan khusus dengan kemampuan bawah air dikerahkan untuk mendukung pencarian dan evakuasi.

Basarnas melibatkan Basarnas Special Group yang memiliki kemampuan underwater. Operasi juga diperkuat personel Kopaska, penyelam TNI AL, serta drone laut milik TNI AL.

“Tim penyelam dari TNI AL dan personel Kopaska. Kemudian, drone  laut milik TNI AL untuk membantu pencarian di bawah permukaan,” ujar Syafii saat menyampaikan perkembangan operasi SAR, Senin pagi.

Pola pencarian juga diubah. Pada hari pertama, wilayah operasi dibagi menjadi delapan sektor. Hari kedua, search mission coordinator (SMC) mengubahnya menjadi enam sektor.

Perubahan tersebut dilakukan setelah data kapal yang mengalami kecelakaan dinilai sudah dapat dipastikan. Dengan pembagian sektor baru, pencarian diharapkan lebih terarah dan efektif.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  BPJAMSOSTEK Palangkaraya Sambut Harpelnas, Kemudahan Layanan Jadi Prioritas

“Sehingga operasi pencarian terhadap korban kita bisa lakukan, mudah-mudahan lebih efektif,” ucap Syafii.

Selain fokus pada kapal yang terbalik, tim SAR memprioritaskan pencarian korban yang kemungkinan masih terapung di permukaan laut.

Syafii berharap strategi tersebut dapat mempercepat proses pencarian sekaligus membuka peluang menemukan korban dalam kondisi selamat.

Untuk mendukung operasi, Basarnas mengerahkan lima unsur udara. Terdiri dari helikopter HR-3601 Dauphin milik Basarnas, Panther HR-3603 Dauphin dan CN-235 milik TNI AL, helikopter Dauphin milik Polri, serta Cessna Caravan dari BNPB.

Di laut, sebanyak 17 kapal dikerahkan. Unsur tersebut terdiri dari empat kapal Basarnas, empat kapal perang TNI AL, serta kapal dari PSDKP, KKP, kepolisian dan jajaran Kementerian Perhubungan.

Total 622 personel dari berbagai unsur terlibat dalam operasi hari kedua. Mereka berasal dari Basarnas, TNI, Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dinas kesehatan hingga rumah sakit.

“Sebanyak enam rumah sakit juga disiapkan sebagai rumah rujukan untuk penanganan korban,” terang Syafii.

Baca Juga :  Ditjenpas Kalteng Pastikan Mutu Layanan Kesehatan Anak Binaan LPKA

Korban Terus Dievakuasi

Di tengah operasi pencarian di lokasi, proses evakuasi korban menuju Banjarmasin masih berlangsung.

Senin pagi, TB Mauhaw IX milik PT Pertamina Patra Niaga bersandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sekitar pukul 06.30 Wita. Kapal tersebut membawa 16 korban dari KM Virgo Transport 8.

Dari 16 korban itu, 15 orang dilaporkan selamat dan satu orang meninggal dunia. Jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin, sementara identitasnya belum diketahui.

Sebelumnya, KM Haida tiba di Trisakti pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 18.00 Wita kemarin. Basarnas sebelumnya menyebut terdapat 69 korban selamat yang berada di kapal tersebut, namun belum ada keterangan lanjutan mengenai kesesuaian jumlah itu dengan rekap terbaru.

Pada Senin pagi, KN SAR Laksamana 241 juga bersandar dengan membawa seorang korban selamat.

Korban bernama Rahmadi (43) warga Banjarmasin, yang dievakuasi dari kapal nelayan KM Sri Asih sekitar pukul 17.58 waktu setempat.(jpg)

PROKALTENG.CO-Operasi pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari kedua, Senin (14/9/2026). Tim SAR kini memperkuat penanganan di sekitar kapal yang masih dalam kondisi terbalik dan terapung dengan posisi telungkup.

Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, kondisi kapal menjadi salah satu fokus dalam operasi hari kedua.

Kekuatan khusus dengan kemampuan bawah air dikerahkan untuk mendukung pencarian dan evakuasi.

Electronic money exchangers listing

Basarnas melibatkan Basarnas Special Group yang memiliki kemampuan underwater. Operasi juga diperkuat personel Kopaska, penyelam TNI AL, serta drone laut milik TNI AL.

“Tim penyelam dari TNI AL dan personel Kopaska. Kemudian, drone  laut milik TNI AL untuk membantu pencarian di bawah permukaan,” ujar Syafii saat menyampaikan perkembangan operasi SAR, Senin pagi.

Pola pencarian juga diubah. Pada hari pertama, wilayah operasi dibagi menjadi delapan sektor. Hari kedua, search mission coordinator (SMC) mengubahnya menjadi enam sektor.

Perubahan tersebut dilakukan setelah data kapal yang mengalami kecelakaan dinilai sudah dapat dipastikan. Dengan pembagian sektor baru, pencarian diharapkan lebih terarah dan efektif.

Baca Juga :  BPJAMSOSTEK Palangkaraya Sambut Harpelnas, Kemudahan Layanan Jadi Prioritas

“Sehingga operasi pencarian terhadap korban kita bisa lakukan, mudah-mudahan lebih efektif,” ucap Syafii.

Selain fokus pada kapal yang terbalik, tim SAR memprioritaskan pencarian korban yang kemungkinan masih terapung di permukaan laut.

Syafii berharap strategi tersebut dapat mempercepat proses pencarian sekaligus membuka peluang menemukan korban dalam kondisi selamat.

Untuk mendukung operasi, Basarnas mengerahkan lima unsur udara. Terdiri dari helikopter HR-3601 Dauphin milik Basarnas, Panther HR-3603 Dauphin dan CN-235 milik TNI AL, helikopter Dauphin milik Polri, serta Cessna Caravan dari BNPB.

Di laut, sebanyak 17 kapal dikerahkan. Unsur tersebut terdiri dari empat kapal Basarnas, empat kapal perang TNI AL, serta kapal dari PSDKP, KKP, kepolisian dan jajaran Kementerian Perhubungan.

Total 622 personel dari berbagai unsur terlibat dalam operasi hari kedua. Mereka berasal dari Basarnas, TNI, Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dinas kesehatan hingga rumah sakit.

“Sebanyak enam rumah sakit juga disiapkan sebagai rumah rujukan untuk penanganan korban,” terang Syafii.

Baca Juga :  Ditjenpas Kalteng Pastikan Mutu Layanan Kesehatan Anak Binaan LPKA

Korban Terus Dievakuasi

Di tengah operasi pencarian di lokasi, proses evakuasi korban menuju Banjarmasin masih berlangsung.

Senin pagi, TB Mauhaw IX milik PT Pertamina Patra Niaga bersandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sekitar pukul 06.30 Wita. Kapal tersebut membawa 16 korban dari KM Virgo Transport 8.

Dari 16 korban itu, 15 orang dilaporkan selamat dan satu orang meninggal dunia. Jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin, sementara identitasnya belum diketahui.

Sebelumnya, KM Haida tiba di Trisakti pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 18.00 Wita kemarin. Basarnas sebelumnya menyebut terdapat 69 korban selamat yang berada di kapal tersebut, namun belum ada keterangan lanjutan mengenai kesesuaian jumlah itu dengan rekap terbaru.

Pada Senin pagi, KN SAR Laksamana 241 juga bersandar dengan membawa seorang korban selamat.

Korban bernama Rahmadi (43) warga Banjarmasin, yang dievakuasi dari kapal nelayan KM Sri Asih sekitar pukul 17.58 waktu setempat.(jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru