NANGA BULIK, PROKALTENG.CO -Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar di halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lamandau, Senin (4/5) diwarnai insiden memilukan. Puluhan peserta upacara dilaporkan tumbang berguguran dan jatuh pingsan di tengah berlangsungnya khidmat prosesi upacara.
Diketahui cuaca cukup terik sejak pagi hari itu, diduga menjadi faktor utama menurunnya kondisi fisik para peserta yang berdiri di lapangan terbuka. Kondisi ini dialami oleh para peserta didik sekolah dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Berdasarkan pantauan di lokasi, satu per satu peserta upacara harus dipapah hingga digotong oleh petugas medis dan anggota Pramuka ke area yang lebih teduh. Banyaknya peserta yang tumbang sempat membuat suasana upacara sedikit riuh, meskipun prosesi utama tetap dilanjutkan hingga selesai.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau, Rosmawati, mengatakan bahwa sebagian besar pelajar yang pingsan mengalami kelelahan ekstrem dan dehidrasi. Menurutnya, banyak siswa yang belum sempat sarapan sebelum berangkat ke lokasi upacara, sehingga energi mereka tidak mencukupi untuk berdiri lama di bawah paparan sinar matahari.
“Kondisi fisik yang kurang prima ditambah cuaca panas memicu penurunan tekanan darah secara mendadak,” jelasnya.
Tim medis dari Puskesmas terdekat dan RSUD Lamandau segera melakukan tindakan darurat dengan memberikan oksigen dan cairan bagi mereka yang kondisinya cukup lemah. Beruntung, sebagian besar siswa segera pulih setelah mendapatkan perawatan intensif dan istirahat yang cukup.
Pihak sekolah pun diimbau untuk lebih memperhatikan kesiapan fisik siswa sebelum mengikuti kegiatan di lapangan terbuka dalam skala besar. Guru pendamping diminta memastikan setiap anak telah mengonsumsi makanan yang cukup dan membawa botol minum sendiri.
Meski diwarnai insiden tersebut, semangat peringatan Hardiknas 2026 di Kabupaten Lamandau tetap tersampaikan sebagai momentum refleksi bagi kemajuan kualitas pendidikan di Bumi Bahaum Bakuba. (bib)


