PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Musim kemarau panjang yang memicu kekeringan dan bencana kabut asap memukul sektor pariwisata di Kota Palangka Raya. Angka kunjungan wisatawan di Dermaga Kereng Bangkirai tercatat merosot drastis hingga 80 persen.
Ketua RT 02/RW 01 Kelurahan Kereng Bangkirai, Sudianoor, mengungkapkan penurunan wisatawan terjadi sejak awal Agustus seiring surutnya air dan memburuknya kualitas udara.
“Penurunannya drastis, hampir 80 persenan turunnya,” ujar Sudianoor, saat diwawancara Prokalteng, Rabu (7/10/2026).
Ia menjelaskan, dampak kemarau membuat debit air di kawasan wisata kawasan Taman Nasional Sebangau tersebut surut drastis hingga mengering di beberapa titik. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar wahana air tidak dapat beroperasi.
“Hampir semua wahana itu enggak ada jalan lah untuk sementara ini,” katanya.
Padahal, pada hari biasa sebelum musim kemarau dan bencana asap terjadi, tingkat kunjungan wisatawan ke destinasi tersebut mampu mencapai lebih dari 200 orang per hari.
Namun saat ini, jumlah pengunjung menyusut drastis hingga belasan orang saja dalam sehari.
“Kalau hari biasa itu hampir 200-an ke atas satu harinya. Kemarin pas dicek di loket, cuma ada sekitar 10 orang saja yang datang,” tambah Sudianoor.
Ia menyebutkan bahwa selain masalah air danau yang kering, pekatnya kabut asap menjadi penyebab utama masyarakat enggan keluar rumah dan berwisata.
Dampaknya, sejumlah wisatawan yang sebelumnya telah memesan atau menyewa kapal susur sungai terpaksa membatalkan pesanan mereka.
“Ada yang mau carter kemarin, istilahnya lalu dibatalkan. Permasalahannya oleh kabut asap,” pungkasnya. (her)


