PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Musim kemarau menyebabkan debit air di kawasan wisata Air Hitam Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, mengalami penyusutan.
Meski permukaan air surut, destinasi wisata andalan tersebut tetap dipadati pengunjung yang memanfaatkan akhir pekan untuk menikmati suasana alam.
Sejumlah gazebo tampak dipenuhi pengunjung. Ada yang menikmati kuliner, bersantai sembari berbincang, hingga mengabadikan momen dengan berfoto di sekitar kawasan wisata.
Salah seorang pengunjung, Hidayah (28), mengatakan kondisi air yang surut tidak mengurangi daya tarik Air Hitam Kereng Bangkirai sebagai tempat rekreasi.
“Memang airnya lagi surut karena musim kemarau, tapi suasananya tetap enak dan sejuk. Kami sengaja datang bersama keluarga untuk santai menikmati libur,” ujarnya, Sabtu (25/7).
Kondisi surutnya air ini sejalan dengan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra Mukti Wijaya, menjelaskan musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung sejak akhir Mei hingga Agustus, dengan puncaknya pada Agustus.
Menurutnya, berkurangnya curah hujan selama musim kemarau menyebabkan debit air di sejumlah sungai, danau, maupun kawasan rawa di Kalimantan Tengah mengalami penurunan.
Selain itu, kondisi cuaca yang semakin kering juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada selama beraktivitas di kawasan alam terbuka. Selain menjaga kebersihan, pengunjung diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, mengingat vegetasi di sekitar kawasan gambut menjadi lebih mudah terbakar saat musim kemarau. (jef)


