NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Keluhan terkait pemadaman listrik yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Lamandau mulai bermunculan dari masyarakat. Salah satu dampak yang paling dirasakan adalah kekhawatiran para pelaku usaha kecil terhadap kerusakan alat elektronik, khususnya mesin pendingin atau kulkas. Kondisi tersebut dikeluhkan pedagang es batu di Kota Nanga Bulik pada Jumat (3/7), sementara PLN ULP Nanga Bulik menjelaskan bahwa penghentian sementara pasokan listrik dilakukan akibat gangguan teknis pada salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Kalimantan.
Salah seorang pedagang es batu di Kota Nanga Bulik, Yuli, mengaku resah dengan ketidakstabilan pasokan listrik yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, pemadaman listrik yang berulang dapat mengganggu usahanya sekaligus berisiko merusak peralatan yang menjadi penunjang utama mata pencaharian.
“Kalau begini selalu mati lampu bisa rusak kulkas kami, sambil jualan es batu bisa ngga masak semua,” ungkap Yuli kepada wartawan, Jumat (3/7).
Bagi pedagang seperti Yuli, kestabilan pasokan listrik menjadi faktor utama dalam menjalankan usaha. Pemadaman yang terjadi secara tiba-tiba atau berulang tidak hanya menyebabkan es batu gagal membeku atau “tidak masak”, tetapi juga berpotensi merusak kompresor kulkas yang menjadi modal utama usahanya.
Menanggapi kondisi tersebut, PLN ULP Nanga Bulik telah mengeluarkan surat pengumuman resmi berkode penyuang LMD02 tertanggal 03 Juli 2026. Dalam surat itu dijelaskan bahwa pemadaman atau penghentian sementara pasokan listrik dilakukan karena adanya gangguan teknis pada salah satu PLTGU di Kalimantan.
Gangguan tersebut berdampak langsung terhadap pasokan daya sistem interkoneksi, sehingga PLN harus melakukan pengaturan operasi kelistrikan untuk menjaga keandalan dan stabilitas sistem.
Wilayah yang terdampak penghentian sementara secara terbatas meliputi Jalan GTM Yusuf, Jalan Meranti, Jalan Mawar, Jalan Melati, Jalan Poros Trans E, Perum Alun Alun Lamandau, Desa Bumi Agung, Desa Sumber Mulya, Desa Arga Mulya, Desa Bukit Indah, Desa Liku, dan sekitarnya.
PLN memperkirakan durasi pemadaman pada jam pagi hingga siang hari disesuaikan dengan kondisi sistem, dengan estimasi waktu sekitar lima jam.
Pihak PLN ULP Nanga Bulik menyampaikan seluruh sumber daya saat ini terus dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan gangguan kelistrikan agar dampaknya terhadap pelanggan dapat diminimalkan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan,” tulis pihak manajemen PLN ULP Nanga Bulik dalam surat edaran tersebut. (bib)


