NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kabut asap tebal mulai menyelimuti wilayah Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, pada Rabu (2/9/2026) pagi.
Kondisi ini terjadi akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah titik di sekitar area tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Pekatnya paparan kabut asap terasa kian mengkhawatirkan karena diiringi aroma sangit yang menyengat.
Dampak buruk dari penurunan kualitas udara ini pun langsung dirasakan oleh warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah sejak pagi hari, khususnya para orang tua.
Suasana tidak nyaman tercermin dari keluhan sejumlah orang tua murid saat mengantarkan anak-anak mereka berangkat ke sekolah.
Bau asap yang tajam mengganggu pernapasan serta mengurangi jarak pandang para pengguna jalan yang melintas di pusat kota.
Salah satu orang tua murid, Herman, menyatakan keprihatinannya yang mendalam terkait dampak paparan asap pekat tersebut terhadap kesehatan anak-anak.
Menurutnya, kondisi udara saat ini sudah sangat tidak sehat bagi fisik anak-anak yang rentan terserang penyakit saluran pernapasan.
“Hanya bisa menunggu kebijakan pemerintah dengan seperti ini, kasian anak-anak menghirup kabut asap setiap pagi semakin parah,” ungkap Herman dengan nada penuh kecemasan saat ditemui di depan gerbang sekolah anaknya.
Herman sangat berharap agar pihak berwenang segera mengambil tindakan cepat, termasuk kebijakan untuk meliburkan atau menyesuaikan kegiatan belajar mengajar secara daring.
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kabut asap tebal mulai menyelimuti wilayah Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, pada Rabu (2/9/2026) pagi.
Kondisi ini terjadi akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah titik di sekitar area tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Pekatnya paparan kabut asap terasa kian mengkhawatirkan karena diiringi aroma sangit yang menyengat.
Dampak buruk dari penurunan kualitas udara ini pun langsung dirasakan oleh warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah sejak pagi hari, khususnya para orang tua.
Suasana tidak nyaman tercermin dari keluhan sejumlah orang tua murid saat mengantarkan anak-anak mereka berangkat ke sekolah.
Bau asap yang tajam mengganggu pernapasan serta mengurangi jarak pandang para pengguna jalan yang melintas di pusat kota.
Salah satu orang tua murid, Herman, menyatakan keprihatinannya yang mendalam terkait dampak paparan asap pekat tersebut terhadap kesehatan anak-anak.
Menurutnya, kondisi udara saat ini sudah sangat tidak sehat bagi fisik anak-anak yang rentan terserang penyakit saluran pernapasan.
“Hanya bisa menunggu kebijakan pemerintah dengan seperti ini, kasian anak-anak menghirup kabut asap setiap pagi semakin parah,” ungkap Herman dengan nada penuh kecemasan saat ditemui di depan gerbang sekolah anaknya.
Herman sangat berharap agar pihak berwenang segera mengambil tindakan cepat, termasuk kebijakan untuk meliburkan atau menyesuaikan kegiatan belajar mengajar secara daring.